Beijing, Bharata Online - Tiongkok akan semakin mengoptimalkan tata letak aset milik negara dan mendorong pembangunan berkualitas tinggi bagi badan usaha milik negara (BUMN) yang dikelola pemerintah pusat selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030). Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat senior dalam konferensi pers pada hari Senin (28/9).
Hingga akhir Agustus 2026, total aset BUMN yang dikelola pemerintah pusat mencapai 99,3 triliun yuan (sekitar 267 ribu triliun rupiah), meningkat 4,2 persen secara tahunan.
Selama periode Januari hingga Agustus 2026, belanja penelitian dan pengembangan (litbang) oleh BUMN yang dikelola pemerintah pusat naik 2,7 persen secara tahunan, dan diperkirakan akan melampaui 1 triliun yuan (sekitar 2.685 triliun rupiah) untuk keseluruhan tahun tersebut.
Angka ini menandai tahun kelima berturut-turut dengan investasi litbang BUMN yang dikelola pemerintah pusat melampaui ambang batas 1 triliun yuan (sekitar 2.685 triliun rupiah).
Selama periode Rencana Lima Tahun ke-15, Tiongkok akan terus menyempurnakan struktur sektor ekonomi milik negara. Pada sektor-sektor yang vital bagi keamanan nasional dan perekonomian nasional, fokus yang lebih besar akan diberikan pada penguatan fondasi dan konsolidasi kekuatan inti.
Pada industri-industri baru yang strategis dan berorientasi masa depan, penekanan akan beralih pada perluasan kapasitas dan peningkatan kualitas.
"BUMN yang dikelola pemerintah pusat akan semakin memperkuat dukungan dasar dalam pengembangan perangkat lunak industri serta manufaktur komponen dan suku cadang utama, memelopori penerapan kecerdasan buatan di berbagai industri, dan mengembangkan manufaktur yang berorientasi pada layanan, dalam upaya membangun industri pilar baru," ujar Pang Xiaogang, Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara di bawah Dewan Negara.