Beijing, Radio Bharata Online - Penghapusan paksa atas dasar prasangka ideologis dan kecemasan persaingan akan menjadi kontra-produktif terhadap hubungan perdagangan dan ekonomi antara Tiongkok dan Jerman, kata seorang cendekiawan Tiongkok pada hari Jum'at (14/7) sebagai tanggapan atas strategi Jerman terhadap Tiongkok.
Rong Ying, Wakil Presiden Institut Studi Internasional Tiongkok mengatakan bahwa Tiongkok dan Jerman telah menikmati hubungan perdagangan dan ekonomi yang stabil selama beberapa dekade terakhir, yang telah menguntungkan komunitas internasional.
"Hubungan perdagangan dan ekonomi antara Tiongkok dan Jerman adalah hasil dari kenyataan, hanya karena, menurut saya, ada potensi yang sangat besar dan saling melengkapi, dan komunitas bisnis sangat diuntungkan oleh kenyataan tersebut. Dan dalam satu dekade terakhir karena upaya-upaya tersebut, hal ini tidak hanya menguntungkan kedua negara, Tiongkok dan Jerman, tetapi juga kawasan secara keseluruhan," kata Rong.
Tapi, Rong berpendapat bahwa tekanan yang berlebihan pada "ketergantungan" akan merusak hubungan perdagangan dan ekonomi yang sehat antara kedua negara. Ia juga menambahkan bahwa Tiongkok dan Jerman, sebagai dua kekuatan ekonomi, harus memastikan hubungan ekonomi yang stabil untuk kepentingan seluruh dunia.
"Terlalu fokus pada apa yang disebut ketergantungan atau menjadikannya sebagai isu karena dunia, seperti Barat pada umumnya, sangat fokus pada sekuritisasi, geopolitisasi atau bahkan weaponisasi isu-isu perdagangan dan ekonomi. Hal ini pada akhirnya akan merusak perkembangan hubungan, perdagangan dan ekonomi yang sehat," jelasnya.
"Menurut saya, Tiongkok dan Jerman adalah negara dengan ekonomi yang besar. Memang Tiongkok dan Jerman harus memikul tanggung jawab demi stabilitas secara keseluruhan. Saya pikir apa yang harus dilakukan oleh Tiongkok dan Jerman adalah memberikan lebih banyak rasa stabilitas dan lebih banyak rasa energi positif di dunia ini," tambah Rong.