Beijing, Bharata Online - Tiongkok senantiasa terbuka untuk meningkatkan pembelian produk pertanian dari Amerika Serikat, namun hal ini bergantung pada pelaksanaan pengurangan tarif secara timbal balik, kata Huang Ling, Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Kamis (5/11) di Beijing.
Menanggapi pertanyaan mengenai impor produk pertanian AS dalam sebuah konferensi pers di Beijing, Huang Ling menekankan pentingnya perdagangan sektor pertanian. Ia juga mendesak AS untuk bekerja sama dengan Tiongkok guna menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan bagi perdagangan pertanian bilateral.
"Perdagangan pertanian antara Tiongkok dan AS merupakan bagian penting dari kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral. Memperluas kerja sama di bidang pertanian tidak hanya akan menyediakan beragam produk pangan bagi konsumen di kedua negara, tetapi juga menciptakan pendapatan yang stabil bagi pelaku usaha dan petani di kedua belah pihak, sehingga memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," kata Huang.
"Tiongkok senantiasa terbuka untuk meningkatkan pembelian produk pertanian dari AS, namun dengan prasyarat dilaksanakannya pengaturan pengurangan tarif secara timbal balik yang mencakup nilai perdagangan sebesar 30 miliar dolar AS dari masing-masing pihak. Kami berharap AS dapat bekerja sama dengan Tiongkok untuk menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi perdagangan pertanian bilateral, dengan cara bersama-sama mengurangi tarif, menurunkan hambatan non-tarif, serta memperluas akses pasar," ujarnya.
Kesepakatan mengenai pengurangan tarif secara timbal balik senilai 30 miliar dolar AS (sekitar 542 triliun rupiah) telah dicapai selama kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke Amerika Serikat pada bulan September tahun ini.