Boao, Bharata Online - Para ahli menyerukan integrasi AI yang lebih luas ke dalam layanan kesehatan, dan meminta para profesional untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis dan bertanggung jawab dalam Konferensi Tahunan Forum Boao untuk Asia atau Boao Forum for Asia (BFA) 2026 di Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada hari Kamis (26/3).

Konferensi yang berlangsung selama empat hari dan berakhir di kota pesisir Boao pada hari Jumat itu mengangkat tema "Membentuk Masa Depan Bersama: Dinamika Baru, Peluang Baru, Kerja Sama Baru", dan juga membahas dampak teknologi di berbagai sektor.

Pada diskusi panel berjudul "Masa Depan 'AI plus Kesehatan': Aplikasi dan Tata Kelola" pada hari Kamis (26/3), para delegasi berbagi wawasan tentang aplikasi AI dalam kedokteran, manajemen kesehatan, dan kesejahteraan publik.

Garis besar Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) Tiongkok untuk pembangunan ekonomi dan sosial nasional menyerukan untuk memajukan Inisiatif Tiongkok Sehat dan memanfaatkan teknologi digital dan cerdas untuk meningkatkan kesehatan bangsa.

Dalam diskusi panel, para peserta mengatakan bahwa sistem perawatan kesehatan tradisional kesulitan memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks dan beragam, menyoroti bahwa AI muncul sebagai kekuatan kunci untuk mengatasi tantangan tersebut.

"AI telah digunakan secara luas di sektor kesehatan, mulai dari prediksi epidemi dan pemantauan kesehatan perkotaan hingga diagnosis dan pengobatan cerdas melalui telemedisin. AI tidak hanya sangat meningkatkan efisiensi layanan medis dan tingkat alokasi sumber daya, tetapi juga mendorong transformasi mendalam model perawatan kesehatan dari respons reaktif terhadap penyakit menjadi pencegahan penyakit yang proaktif," ujar Ren Minghui, Direktur Institut Kesehatan Global di Universitas Peking.

Seiring dengan semakin meningkatnya penggunaan AI dalam perawatan kesehatan, para peserta menekankan pentingnya meningkatkan keamanan data, yang membutuhkan mekanisme tata kelola multi-pihak yang kolaboratif.

"Cara kita menggunakan kecerdasan buatan dan model bahasa harus sangat etis dan bertanggung jawab, yang berarti kita harus memikirkan implikasinya bagi orang-orang yang ingin kita layani sebelum kita menerapkannya," kata Balthasar Staehelin, Utusan Pribadi Presiden untuk Tiongkok dari Komite Internasional Palang Merah.

Di sela-sela diskusi panel, para delegasi dari berbagai sektor juga berbagi perspektif mereka tentang peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan.

"Dengan menggunakan platform big data, kita dapat secara akurat memahami kebutuhan kesehatan konsumen, mencapai peningkatan nyata dari seluruh rantai industri mulai dari pencegahan penyakit, manajemen kesehatan hingga layanan kesehatan dan perawatan lansia, sehingga dapat mendorong pengembangan berkualitas tinggi dari 'industri kesehatan besar'," ujar Liu Chunxi, Presiden Eksekutif Senior dari raksasa susu Tiongkok, Yili Group.

"Kami memilih 11 rumah sakit di seluruh negeri dan mengadopsi model yang terdiri dari layanan rawat jalan lokal, pengobatan di zona percontohan wisata medis internasional Lecheng, dan layanan tindak lanjut lokal. Kami terus memperluas pendekatan ini untuk meningkatkan akses ke layanan," ungkap Fu Sheng, Direktur Administrasi Zona Percontohan Wisata Medis Internasional Boao Lecheng.

Zona Percontohan Pariwisata Medis Internasional Boao Lecheng terletak di Qionghai, dekat area inti Forum Boao untuk Asia. Sebagai satu-satunya zona medis di Tiongkok yang terbuka untuk akses internasional, Boao Lecheng menyatukan layanan pariwisata medis kelas atas dan inovasi medis global mutakhir. Area utama meliputi pencegahan dan pengobatan kanker, estetika medis dan anti-penuaan, manajemen kesehatan, dan rehabilitasi.

Didirikan pada tahun 2001, BFA adalah organisasi internasional non-pemerintah dan nirlaba yang berkomitmen untuk mempromosikan integrasi ekonomi regional dan memajukan pembangunan negara-negara Asia.