Beijing, Bharata Online - Menurut laporan yang dirilis pada hari Selasa (29/9), Tiongkok menempati peringkat ke-10 dari 139 negara/wilayah ekonomi selama dua tahun berturut-turut dalam Global Innovation Index 2026 (GII 2026) yang disusun oleh World Intellectual Property Organization (WIPO) yang berbasis di Jenewa.
GII 2026 dari WIPO menunjukkan bahwa Swiss, Swedia, Amerika Serikat, Republik Korea, dan Singapura memimpin peringkat tahun 2026 tersebut. Tiongkok, India, Vietnam, Turki, Filipina, Maroko, dan Indonesia telah mencatat peningkatan pesat selama satu dekade terakhir.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Tiongkok menjadi basis bagi 3.466 perusahaan rintisan (startup) di bidang sains mendalam (deep-science), jumlah terbanyak kedua setelah Amerika Serikat.
Menurut laporan itu, lebih dari 30.000 perusahaan rintisan sains mendalam telah terbentuk secara global sejak tahun 2000, hampir 10 kali lipat dari angka tahun 2010, dan pangsa perusahaan-perusahaan ini di antara seluruh perusahaan rintisan yang didukung modal ventura mencapai 16 persen pada tahun 2025. Secara keseluruhan, nilai perusahaan-perusahaan rintisan ini mencapai 7,6 triliun dolar AS (sekitar 136.480 triliun rupiah), meningkat 23 persen dibandingkan tahun 2024.
Perusahaan-perusahaan tersebut terutama bergerak di bidang-bidang seperti semikonduktor, robotika, komputasi kuantum, ilmu hayati, antariksa, energi, dan material maju.
Diterbitkan setiap tahun, GII WIPO memeringkat 139 negara/wilayah ekonomi berdasarkan ekosistem inovasi mereka dengan menggunakan 79 indikator.