BEIJING, Radio Bharata Online – Tiongkok berencana untuk menggunakan fasilitas China Compound Eye yang baru di Chongqing, untuk mengamati asteroid yang berjarak ratusan juta kilometer, sebagai bagian dari pekerjaan pertahanan planetnya.
Pusat Inovasi Chongqing di bawah Institut Teknologi Beijing, yang merancang dan membangun China Compound Eye, baru-baru ini merilis peta radar 3D pertamanya dari area kawah bulan, yang diambil oleh fasilitas observasi ruang angkasa definisi tinggi.
Long Teng, seorang akademisi di Chinese Academy of Engineering mengatakan, fasilitas tersebut terdiri dari susunan antena radar, yang membuatnya tampak seperti mata majemuk serangga, dengan banyak mata kecil untuk mengamati sudut dan jangkauan yang lebih luas.
Peta 3D kawah bulan disusun menggunakan data observasi dari empat radar, yang dibangun selama fase pertama proyek.
Tahap kedua proyek akan melihat pembangunan 25 radar resolusi tinggi, masing-masing dengan diameter 30 meter.
Meskipun keduanya disebut sebagai "mata", China Compound Eye di Chongqing sangat berbeda dengan "China Sky Eye", teleskop FAST di Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya. FAST adalah teleskop radio yang mengumpulkan sinyal dari bintang tetapi tidak dapat mendeteksi asteroid, karena benda angkasa kecil tidak memancarkan gelombang elektromagnetik.
Sedangkan Fasilitas di Chongqing merekam sinyal radio dan merekam sinyal yang dipantulkan untuk mengamati asteroid dan planet terestrial.
Xiang Yin, seorang peneliti rekanan di Pusat Inovasi Chongqing mengatakan, ini seperti kita menyinari sebuah objek dengan seberkas cahaya dalam kegelapan, sehingga memungkinkan bagi kita untuk melihatnya.
April lalu, Wu Yanhua, wakil direktur Administrasi Luar Angkasa Nasional Tiongkok mengatakan kepada CMG, bahwa negara itu akan mulai membangun sistem pemantauan dan peringatan asteroid dekat Bumi, yang berbasis di Bumi dan di ruang angkasa.
Xiang mengatakan fasilitas Chongqing sangat penting untuk sistem pertahanan planet negara itu. Misalkan sebuah wahana ruang angkasa akan diatur untuk menabrakan diri dengan asteroid agar jalurnya menyimpang, tentu diperlukan pengukuran yang akurat dari orbit aslinya, perubahan orbit setelah tumbukan juga harus dihitung, termasuk distribusi puing-puing asteroidnya.
Dia mengatakan bahwa setelah menyelesaikan fase ketiganya, China Compound Eye diharapkan memiliki lebih dari 100 radar untuk mengamati asteroid dalam jarak 150 juta kilometer dari Bumi. (CGTN)