Shanghai, Bharata Online - Shanghai telah membuka China International Import Expo (CIIE) kesembilan dengan cakupan negara yang lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berbagai negara, mulai dari yang terkaya hingga yang paling kurang berkembang di dunia, berkumpul di pusat komersial Tiongkok ini untuk menjalin kemitraan dagang dan mendapatkan akses ke pasar konsumen Tiongkok yang sangat luas.

Pameran yang berlangsung hingga hari Selasa (10/11) ini telah menarik lebih dari 4.000 peserta pameran dari luar negeri, termasuk lebih dari 300 perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune Global 500 serta berbagai pemimpin industri. Hampir 500 produk dipamerkan untuk pertama kalinya di tingkat global, Asia, atau Tiongkok—jumlah terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan acara ini.

Cakupan yang lebih luas ini paling terlihat pada pameran negara (country exhibition), dengan hampir 70 negara dan organisasi internasional berpartisipasi tahun ini, jumlah yang meningkat dibandingkan tahun lalu. Moldova, Rumania, dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) turut hadir untuk pertama kalinya. Kanada dan Sri Lanka memimpin daftar peserta sebagai tamu kehormatan tahun ini.

Bagi Sri Lanka, status ini merupakan sebuah tonggak pencapaian karena untuk pertama kalinya negara tersebut memegang peran ini. Pada Kamis (5/11) sore, Sri Lanka menandai debutnya dengan pembukaan paviliun nasional, yang menampilkan teh hitam Ceylon, batu safir, rempah-rempah, dan kacang mete, bersanding dengan berbagai kerajinan tangan tradisional.

"Dengan berpartisipasi dalam pameran ini, kami tidak hanya sekadar memperkenalkan produk kami kepada dunia. Lebih dari itu, kami berharap dapat bertemu dengan para investor dan mendiskusikan berbagai peluang yang ada di Sri Lanka," ujar Nishanta Jayaweera, Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi Sri Lanka.

Sri Lanka dan Kanada bukan satu-satunya negara yang mendapatkan perlakuan khusus. Inggris, Spanyol, Kazakhstan, Kenya, dan Thailand telah ditetapkan sebagai negara tematik tahun ini untuk program "Ekspor ke Tiongkok" (Export to China), sebuah status yang disertai dengan paket dukungan khusus serta layanan yang dirancang secara eksklusif.

Gu Wenqian, yang mengawasi partisipasi negara-negara Eropa dalam pameran tersebut, menyatakan bahwa pihak penyelenggara telah merancang pengalaman bagi seluruh peserta dengan berfokus pada negara-negara tamu kehormatan dan negara-negara tematik tersebut.

"Kami melakukan upaya terarah untuk mempermudah proses pameran, menekan biaya, meningkatkan layanan secara menyeluruh, serta memperluas publisitas, agar negara-negara tamu kehormatan dan negara-negara yang menjadi fokus tema benar-benar merasakan manfaat dari partisipasi mereka," ujar Gu Wenqian, Kepala Divisi Eropa untuk Pameran Negara dalam ajang CIIE.

Diluncurkan pada tahun 2018 sebagai pameran tingkat nasional pertama di dunia yang mengusung tema impor, CIIE semakin berperan sebagai ajang uji coba bagi berbagai langkah baru untuk memajukan keterbukaan Tiongkok yang berstandar tinggi, sekaligus menjadi platform untuk mengimplementasikan kebijakan keterbukaan Tiongkok yang lebih luas.