Shanghai, Bharata Online - Forum Ekonomi Internasional Hongqiao ke-9 resmi dibuka di Shanghai pada hari Kamis (5/11), mempertemukan para pemimpin bisnis dan perwakilan dari seluruh dunia untuk bersama-sama menjajaki jalan menuju ekonomi global yang lebih terbuka.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini diselenggarakan di National Exhibition and Convention Center dengan mengusung tema "Stabilitas dan Kerja Sama: Bersama Membangun Ekonomi Dunia yang Terbuka", serta menghadirkan serangkaian sesi paralel dan peluncuran laporan di samping diskusi utama.

Kini memasuki edisi kesembilan, forum itu telah berkembang menjadi platform utama untuk dialog mengenai kerja sama ekonomi global, dengan berbagai sesi paralel dan peluncuran laporan yang melengkapi diskusi-diskusi pokok.

Salah satu sorotan utama adalah peluncuran World Openness Report 2026 (Laporan Keterbukaan Dunia 2026), yang menunjukkan bahwa keterbukaan global mengalami pengetatan signifikan pada tahun 2025. Sebaliknya, negara-negara berkembang justru menunjukkan tren yang berlawanan, dengan Tiongkok tetap menempati posisi terdepan di antara negara-negara tersebut.

Para pakar dari Tiongkok maupun internasional yang hadir dalam pertemuan tersebut mendesak negara-negara di seluruh dunia untuk bekerja sama dalam mendorong keterbukaan dan kerja sama global yang berlandaskan pada rasa saling percaya, inklusivitas, dan aksesibilitas.

Selain itu, diperkenalkan pula Export to China Capacity Development Report (Laporan Pengembangan Kapasitas Ekspor ke Tiongkok). Laporan ini menganalisis permintaan pasar dan kebijakan impor Tiongkok dari berbagai sudut pandang, dengan tujuan membantu negara lain—khususnya negara-negara di Global South (negara-negara berkembang), dalam meningkatkan kapasitas mereka untuk mengekspor ke pasar Tiongkok.

Sesi-sesi paralel dalam forum ini mencakup agenda yang luas, mulai dari pencapaian pembangunan Tiongkok selama 25 tahun sejak bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), perdagangan yang bebas dan adil, kerja sama dalam daya saing industri, hingga peluang baru bagi Hong Kong seiring dengan penyelarasan strategi pembangunannya dengan Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok.

Diskusi juga membahas penyeimbangan kembali ekonomi global serta inovasi dalam industri robot humanoid dan kecerdasan buatan yang terwujud (embodied AI), dengan beberapa laporan penelitian yang dirilis selama sesi berlangsung.

Forum ini diselenggarakan bersamaan dengan China International Import Expo (CIIE) ke-9 yang resmi dibuka di Shanghai pada hari yang sama, dengan menghadirkan lebih dari 4.100 peserta pameran dari 148 negara dan wilayah.

Pertama kali diselenggarakan pada tahun 2018 sebagai pameran tingkat nasional pertama di dunia yang dikhususkan untuk impor, CIIE kini telah berkembang menjadi pintu gerbang penting bagi perusahaan asing yang ingin menjangkau pasar konsumen maupun industri Tiongkok yang sangat luas.