NANNING, Bharata Online - Hari pertama kegiatan 2026 ASEAN Media Partners Cooperation Week hari Jumat 6 November 2026, langsung dimulai dengan kegiatan kunjungan ke beberapa destinasi strategis berkenaan dengan dibukanya jalur perairan Kanal Pinglu di Nanning, Guangxi - Tiongkok Selatan.  Mereka adalah para jurnalis dari media negara-negara Asia Tenggara, seperi dari Indonesia yang diwakili oleh Bharata Online, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos, termasuk Timor Leste.  Kegiatan kali ini memang sedikit berbeda, karena upacara pembukaan baru akan dilaksanakan pada hari Sabtu 07 November 2026.

Setelah sarapan, rombongan jurnalis yang meninap di Nanning Wuxiang Villa Hotel, berangkat pukul 09.30 waktu setempat menggunakan dua unit bus, dan tiba di Nanning Urban Planning Exhibition Center setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 15 menit.  Berlokasi dekat dengan pusat kota Nanning, di gedung eksibisi yang megah ini tersimpan dokumentasi berbagai acara berskala internasional, termasuk dokumentasi pembangunan proyek jalur air Kanal Pinglu yang baru diresmikan pada September 2026.  Terusan Pinglu adalah sungai buatan pertama di Tiongkok yang digali setelah negara ini berdiri pada tahun 1949. Namun sebelum itu juga ada sungai buatan yang terkenal yaitu Terusan Jinghang (Beijing - Hangzhou) yang lebih panjang.  Selain mendokumentasikan sejarah pembangunan kanal Pinglu, gedung ini juga mempresentasikan visualisasi tiga dimensi, bagaimana kota Nanning bertransformasi menjadi hub ekonomi penting yang cukup pesat, apalagi dengan hadirnya kanal Pinglu.  Selama kurang lebih satu jam mendapatkan penjelasan dari otoritas Perencanaan Pembangunan Kota Nanning, rombongan kembali ke Hotel untuk rehat makan siang.

Kegiatan Tur Media CMG-ASEAN 2026 dilanjutkan pada pukul 13.30, rombongan jurnalis berangkat menuju Pelabuhan Nanning (Beibu Gulf Port Group). Di pelabuhan inilah para jurnalis menyaksikan langsung  kesibukan bongkar muat kontainer logistik (peti kemas), proses memindahkan kargo dari kapal untuk dimuat truk dan melanjutkan perjalanan darat, atau sebaliknya memindahkan kargo muatan dari truk ke kapal untuk dikirim melalui jalur air, baik ke arah hulu, atau menuju Kanal Pinglu untuk diteruskan ke laut lepas.

Proyek pembangunan Kanal Pinglu sendiri tidak sekedar membuat jalan air.  Di dalamnya ada rekayasa teknik tingkat tinggi untuk memperhitungkan beda ketinggian permukaan air sungai sejak di Hulu di Tiongkok Barat Daya, hingga bermuara di Teluk Beibu.  Karena kapal tidak bisa melompati perbedaan ketinggian ekstrem, para insinyur membagi jalur air Kanal Pinglu menjadi tiga hub pelayaran utama, yang berfungsi seperti lift air raksasa. Perbedaan ketinggian topografi sebesar 65 meter (setara gedung 20 lantai) antara hulu sungai dan permukaan laut, mengharuskan tata letak kanal dilengkapi dengan tiga hub pintu air raksasa (cascade locks), untuk menaik-turunkan kapal berkapasitas hingga 5.000 ton. Pintu air tersebut merupakan bagian penting dari Kanal Pinglu, untuk menghubungkan sistem sungai Xijiang pedalaman, menuju Pelabuhan Qinzhou di Teluk Beibu.  Dengan demikian, kanal sepanjang 134,2 kilometer ini telah memecahkan tantangan geografis berupa perbedaan ketinggian air alami antara wilayah sungai pedalaman dan permukaan laut di Teluk Beibu.

Selanjutnya rombongan jurnalis bergerak menuju lokasi tujuan ketiga, yakni Jiangnan Paper Group, perusahaan swasta Tiongkok yang bergerak di industri pembuatan dan pengolahan produk kertas, khususnya kertas tisu komersial dan sanitasi.  Perusahaan ini didirikan pada Juni 1996, dengan lokasi utama di Nanning, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Tiongkok, dan fasilitas produksi utama di Liujing Industrial Park dan Binyang County.  Perusahaan telah mengantongi sertifikasi sistem manajemen mutu internasional ISO-9001 sejak Desember 2008.

Jiangnan Paper berfokus pada riset dan pengembangan, produksi, dan penjualan produk kertas tisu (wiping paper), di antaranya tisu handuk tangan, tisu wajah, tisu dapur, tisu toilet dan gulungan besar (jumbo rolls) yang banyak digunakan untuk kebutuhan komersial seperti hotel, restoran, gedung perkantoran, bandara, serta kebutuhan rumah tangga. Untuk mendukung program ramah lingkungan, perusahaan menggunakan bahan baku lokal yang melimpah di Guangxi, termasuk bagasse (ampas tebu) dan pulp kayu.

Selain memenuhi pasar domestik di Tiongkok, produk-produk dari Jiangnan Paper juga diekspor ke berbagai negara, termasuk Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan Asia Tenggara.  Maka dengan adanya Terusan Pinglu, bagi industri hilir seperti kertas, transportasi air dengan kapasitas kapal hingga 5.000 ton adalah sebuah berkah logistik. Perusahaan tidak hanya menghemat waktu kirim, tetapi juga mampu merespons permintaan pasar luar negeri secara instan dengan biaya produksi yang jauh lebih kompetitif, dan dalam skala produksi yang lebih terukur.

Efisiensi pasokan dari rantai pasok ini sekaligus memperkokoh posisi strategis perdagangan antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN, dimana produk-produk kertas kini dapat dikirim langsung dari dermaga pedalaman pabrik, dan tiba di pelabuhan-pelabuhan utama Asia Tenggara dalam waktu singkat, membuka keran investasi dan kerja sama simbiotik yang lebih mendalam di kawasan regional. 

Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan bagian dari kerjasama reguler China Media Group (CMG) dengan jaringan Media Partners di Asia Tenggara.(Bharata Online)