NANNING, Bharata Online - Lokasi kedua kunjungan hari pertama 6 November, Jurnalis CMG - ASEAN MEDIA COOPERATION 2026, adalah Pelabuhan Teluk Beibu (Beibu Gulf Port Group) yang berlokasi di Nanning, Provinsi Guangxi - Tiongkok Selatan. Di pelabuhan inilah kesibukan bongkar muat kontainer logistik (peti kemas) berlangsung, memindahkan kargo dari kapal untuk dimuat truk dan melanjutkan perjalanan darat, atau sebaliknya memindahkan kargo muatan dari truk ke kapal untuk dikirim melalui jalur air, baik ke arah hulu, atau menuju Kanal Pinglu untuk diteruskan ke laut lepas.
Proyek pembangunan Kanal Pinglu sendiri tidak sekedar membuat jalan air. Di dalamnya ada rekayasa teknik tingkat tinggi untuk memperhitungkan beda ketinggian permukaan air sungai sejak di Hulu di Tiongkok Barat Daya, hingga bermuara di Teluk Beibu. Karena kapal tidak bisa melompati perbedaan ketinggian ekstrem, para insinyur membagi jalur air Kanal Pinglu menjadi tiga hub pelayaran utama, yang berfungsi seperti lift air raksasa. Perbedaan ketinggian topografi sebesar 65 meter (setara gedung 20 lantai) antara hulu sungai dan permukaan laut, mengharuskan tata letak kanal dilengkapi dengan tiga hub pintu air raksasa (cascade locks), untuk menaik-turunkan kapal berkapasitas hingga 5.000 ton. Ketiga hub tersebut adalah hub Madao, kompleks pintu air pertama di bagian utara, kemudian hub Qishi, pengatur di bagian tengah rute, dan hub Qingnian di bagian selatan dekat area pesisir Qinzhou yang juga berfungsi mengontrol intrusi air asin. Pintu air tersebut merupakan bagian penting dari Kanal Pinglu, untuk menghubungkan sistem sungai Xijiang pedalaman, menuju Pelabuhan Qinzhou di Teluk Beibu. Dengan demikian, kanal sepanjang 134,2 kilometer ini telah memecahkan tantangan geografis berupa perbedaan ketinggian air alami antara wilayah sungai pedalaman dan permukaan laut di Teluk Beibu.
Karena pelabuhan ini didisain sebagai platform yang ramah lingkungan, semua kapal yang beroperasi sudah menggunakan gas alam cair (LNG) sebagai bahan bakarnya. Demikian pula dengan kendaraan truk yang keluar-masuk pelabuhan, semua sudah mengadopsi teknologi hijau yang bebas karbon.
Lu Lixin, Wakil Manager Umum Nanning Port Development and Investmen Co., Ltd kepada para Jurnalis mengatakan, sebelum adanya Kanal Pinglu, kebanyakan kargo yang dilayani pelabuhan ini adalah bahan mentah seperti semen, pasir, bahan pangan, hasil pertanian, dan berbagai barang yang diproduksi secara lokal. Volumenya memang stabil, tetapi secara ekonomi tidak cukup besar. Dan setelah adanya Terusan Pinglu, ada lebih banyak komoditas lain seperti hasil tambang dan produk teknologi tinggi yang memiliki nilai ekonomi lebih signifikan. Tak heran, Pelabuhan Nanning ini kini menjadi jauh lebih sibuk. Pada September 2026, volume bongkar muat di Pelabuhan ini tercatat mencapai 668.400 ton, meningkat 145% dibandingkan bulan sama tahun lalu. Transformasi ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tiongkok maupun negara-negara ASEAN. Kargo dari Tiongkok Barat Daya tidak perlu lagi menempuh rute memutar melalui Delta Sungai Mutiara, sehingga jarak pelayaran pedalaman terpangkas lebih dari 560 kilometer dibandingkan rute tradisional melalui Guangzhou, sementara total biaya logistik berkurang antara 18% hingga 30%.
Untuk mendukung peningkatan fungsi ini, Tiongkok telah melakukan upaya yang signifikan. Misalnya, Area operasional Liujing telah menjalani peningkatan dermaga, sehingga kini mampu melayani kapal berkapasitas 5.000 ton secara rutin. Pemasangan peralatan bongkar muat berskala besar telah meningkatkan efisiensi alih muat kargo curah secara drastis. Pembangunan jalur kereta api khusus di Liujing pun terus dipercepat, yang nantinya akan memungkinkan pemuatan kargo langsung dari sisi kapal, ke gerbong kereta api di pelabuhan tersebut. Selain itu, fasilitas pelabuhan perairan dan area operasional di bawah pengawasan bea cukai telah didirikan, yang memungkinkan prosedur deklarasi bea cukai dilakukan secara "satu atap" di dalam pelabuhan itu sendiri, sehingga meniadakan kebutuhan untuk melakukan prosedur transshipment di tempat lain. (Bharata Online)