BEIJING, Radio Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyampaikan enam usulan, untuk memajukan hubungan Tiongkok-Jepang. Usulan tersebut disampaikan diplomat senior Tiongkok itu, dalam pembicaraan dengan mitranya dari Jepang, Takeshi Iwaya di Beijing pada hari Rabu.

Wang, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral PKT, meminta Jepang untuk bekerja sama dengan Tiongkok guna mengkalibrasi pemahaman strategis, menjaga rasa saling percaya, memperkuat komunikasi dan dialog, mengupayakan kerja sama yang saling menguntungkan, memperkuat pertukaran antarmasyarakat dan budaya, serta menangani konflik dan perbedaan dengan tepat.

Wang mengatakan, Tiongkok dan Jepang sebagai tetangga dekat, memiliki hubungan yang signifikansinya melampaui hubungan bilateral.

Menurutnya, ketika hubungan Tiongkok-Jepang stabil, maka Asia menjadi lebih stabil. Dan ketika Asia stabil, ia memainkan peran yang lebih signifikan di panggung global.

Ia menyatakan harapan bahwa Jepang akan bekerja sama dengan Tiongkok untuk belajar dari sejarah, menghilangkan campur tangan, dan membangun konsensus untuk memajukan perkembangan hubungan bilateral yang sehat dan stabil, ke arah yang benar. 

Sementara itu, Iwaya menyatakan kesediaan Jepang untuk meningkatkan rasa saling percaya dan kerja sama terkoordinasi dengan Tiongkok. Ia menyoroti pentingnya memperluas agenda positif, mengurangi masalah yang belum terselesaikan, dan mengelola perbedaan dalam hubungan bilateral secara efektif.

Ia menegaskan komitmen Jepang terhadap prinsip-prinsip pernyataan bersama Jepang-Tiongkok, dan menyatakan rasa hormat serta pengertian atas sikap Tiongkok terhadap masalah Taiwan.

Jepang juga siap bekerja sama dengan Tiongkok untuk bersama-sama mempromosikan perdamaian dan kemakmuran regional.

Dalam pembicaraan tersebut, Wang juga menegaskan kembali penentangan Tiongkok, terhadap pembuangan air yang terkontaminasi nuklir Fukushima ke laut oleh pihak Jepang.

Ia menekankan bahwa Jepang harus memenuhi kewajiban internasionalnya, dan komitmen yang dibuat dengan membangun mekanisme pemantauan internasional jangka panjang, dan mengizinkan pengambilan sampel dan pengujian air secara independen oleh Tiongkok. (CGTN)