JAKARTA, Radio Bharata Online - Jepang akan mulai membuang air yang terkontaminasi nuklir yang disimpan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi, ke laut pada Kamis 24 Agustus.
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada hari Selasa mengatakan, keputusan itu dibuat dalam rapat kabinet pada hari Selasa, setelah dua tahun musyawarah yang hati-hati. Kishida telah menginstruksikan Tokyo Electric Power Company untuk melaksanakan rencana tersebut.
Dalam upaya untuk meredakan kekhawatiran tentang rusaknya reputasi keamanan pangan, di antara industri perikanan di Pasifik, Kishida berjanji untuk melindungi kepentingan masyarakat, meningkatkan permintaan domestik, dan memperluas pasar luar negeri.
Rencana pelepasan telah direstui sejak bulan lalu oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), untuk memenuhi standar internasional. Tetapi Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi mengatakan, lembaga tersebut tidak mendukung pembuangan air yang terkontaminasi nuklir ke laut.
Ilmuwan, pakar hukum, dan pejabat pemerintah dari negara tetangga, telah menantang validitas laporan tersebut, dan memprotes keras rencana tersebut karena kekhawatiran akan dampak lingkungan dalam jangka panjang. (CGTN)