Beijing, Radio Bharata Online - Hubungan Tiongkok-Indonesia telah mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, dalam sebuah konferensi pers di Beijing pada hari Senin (17/6), beberapa hari setelah kedua negara mengadakan pertemuan mekanisme kerja sama dialog tingkat tinggi mengenai hubungan bilateral.

"Pada tanggal 13 Juni, Wang Yi, Menteri Luar Negeri Tiongkok dan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, memimpin pertemuan ketua Mekanisme Kerjasama Dialog Tingkat Tinggi Tiongkok-Indonesia dengan Luhut Binsar Pandjaitan, koordinator kerja sama Indonesia dengan Tiongkok, di Provinsi Jilin. Mereka bertukar pandangan mengenai hubungan Tiongkok-Indonesia dan isu-isu internasional dan regional yang menjadi kepentingan bersama. Pihak Tiongkok telah mengeluarkan siaran pers mengenai hal ini. Di bawah bimbingan strategis diplomasi kepala negara, hubungan Tiongkok-Indonesia telah mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat. Kedua belah pihak telah melakukan pertukaran tingkat tinggi yang erat dan kerja sama yang mendalam, dan pembangunan komunitas Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama telah membuat kemajuan yang berkelanjutan. Pihak Tiongkok siap bekerja sama dengan Indonesia untuk memperkuat pertukaran tingkat tinggi, memperdalam kerja sama praktis, dan mendorong komunitas Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama untuk mencapai kemajuan yang solid, sehingga memberikan manfaat yang lebih baik bagi kedua negara dan kedua masyarakat," papar Lin.

Pada pertemuan hari Kamis (13/6) lalu, Wang mengatakan bahwa pengembangan hubungan antara Tiongkok dan Indonesia "menghadapi peluang penting baru", dan menambahkan bahwa Tiongkok siap bekerja sama dengan Indonesia untuk memberikan contoh yang baik dalam mengembangkan hubungan antara negara-negara berkembang besar dengan saling percaya strategis tingkat tinggi, saling melengkapi di berbagai bidang, dan pembangunan yang menyeluruh dan terkoordinasi.

Menegaskan kembali bahwa Indonesia menghargai hubungan dengan Tiongkok dan secara tegas mematuhi prinsip satu Tiongkok, Menko Luhut mengatakan bahwa pihak Indonesia bersedia untuk menyelaraskan Poros Maritim Dunia dan Prakarsa Sabuk dan Jalan, mengoperasikan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dengan cara yang baik, dan memperkuat kerja sama bilateral di bidang kelautan, perikanan, dan bidang-bidang lainnya.