BERN, Radio Bharata Online - Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang pada hari Minggu mengatakan, Beijing bersedia memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang dengan Swiss demi hasil yang lebih praktis.

Li menyampaikan pernyataan tersebut di atas kereta khusus dari Zurich menuju ke ibu kota Swiss, Bern.  Li terlibat dalam pembicaraan jujur dengan Presiden Konfederasi Swiss, Viola Amherd dalam suasana santai dan bersahabat.

Mengingat Swiss adalah salah satu negara Barat pertama yang mengakui Republik Rakyat Tiongkok, Li mengatakan bahwa kedua negara memiliki sejarah panjang kerja sama persahabatan.

Swiss tidak hanya membanggakan pemandangan alam yang indah, tetapi juga memiliki lingkungan ekologi yang baik, kemampuan inovasi terdepan dan produk-produk berkualitas tinggi buatan Swiss.

Saat ini, Tiongkok sedang memajukan modernisasi Tiongkok secara menyeluruh Menurut Li, persahabatan antar negara terletak pada keakraban antar masyarakat.  Tiongkok siap memanfaatkan peringatan 75 tahun penggalangan hubungan diplomatik kedua negara pada tahun 2025 mendatnag, sebagai peluang untuk meningkatkan pertukaran antar masyarakat, dan meningkatkan hubungan persahabatan antara kedua negara dan rakyatnya.  Tiongkok akan membuka pintunya lebih luas terhadap dunia luar, dan menyambut lebih banyak perusahaan Swiss untuk berinvestasi di negaranya.

Sementara itu, Amherd menyambut Li dalam kunjungan resminya ke Swiss dan memperkenalkan kepadanya kondisi nasional Swiss, dan adat istiadat dari berbagai negara bagian di sepanjang perjalanannya.

Masyarakat Swiss dan Tiongkok mempunyai rasa persahabatan terhadap satu sama lain, dan kedua negara memiliki sejarah kerja sama yang panjang dengan banyak hasil yang bermanfaat.

Banyak perusahaan Swiss telah mencapai kinerja yang baik dalam investasi dan pengembangan di Tiongkok, dan siap untuk lebih memperdalam kehadiran mereka di pasar Tiongkok. (china.giv)