Sanya, Bharata Online - Sanya West Island Ocean Cultural Tourism Area, yang sering disebut sebagai West Island (Pulau Barat), adalah sebuah destinasi wisata tingkat nasional yang terletak di tengah Teluk Sanya, sekitar 13 kilometer dari pusat kota Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok Selatan.

Berbeda dengan pulau-pulau resor mewah lainnya yang sangat dikomersialisasi, West Island atau Pulau Xidao menawarkan perpaduan langka antara ekosistem laut yang masih alami, sejarah militer yang unik, dan denyut kehidupan desa nelayan tradisional yang masih asli.

Kehidupan desa dan sejarah itulah yang menjadi alasan utama mengapa pulau ini tidak sekadar menjadi tempat rekreasi air, melainkan sebuah destinasi budaya dan ekowisata yang memiliki "jiwa". Xidao adalah rumah bagi lebih dari 3.000 penduduk asli yang hidup dalam komunitas desa nelayan (West Island Fishing Village) yang usianya telah mencapai lebih dari 400 tahun.

Menariknya, wisatawan dapat menemukan rumah-rumah kuno yang dindingnya dibangun menggunakan tumpukan batu karang mati dari laut saat menyusuri desa tersebut. Ini adalah fitur arsitektur pesisir tradisional yang sangat langka dan otentik, serta menjadi objek fotografi yang populer.

Selain itu, salah satu spot atau tempat yang juga menarik dan menonjol di kawasan ini adalah patung emas yang dikenal dengan nama "Golden Bull Looking at the Sea" (Banteng Emas Menatap Laut). Patung ini berbentuk banteng berwarna emas megah yang berdiri kokoh menghadap ke hamparan Laut Tiongkok Selatan.

Berada di atas bukit karang, area sekitar patung tersebut menawarkan pemandangan panorama laut 360 derajat yang sangat indah dan menjadi spot foto favorit para wisatawan karena kontras warnanya yang mencolok dengan langit dan laut biru. Adanya jembatan gantung yang harus dilalui wisatawan guna menuju Banteng Emas juga menjadi daya tarik tersendiri, karena menawarkan pemandangan laut yang memesona dan memanjakan mata.

Keindahan itu diamini oleh salah satu peserta Tur Media "China Walk: Vibrant Hainan" 2026, Isa Zubir, Jurnalis CGTN Malaysia. Ia bahkan menjadikan Banteng Emas sebagai salah satu lokasi favoritnya saat mengunjungi Sanya West Island Ocean Cultural Tourism Area.

"Karena ada jembatan gantungnya dan juga pemandangannya cantik banget, bisa melihat keseluruhan laut yang biru, juga batu-batuan yang begitu besar," ujarnya kepada tim Bharata Online pada Selasa (20/10), hari kedua Tur Media "China Walk: Vibrant Hainan" 2026.

"Saya kan tinggalnya di Malaysia, tapi bekerjanya di Beijing. Jadi, kalau di Beijing itu nggak ada pemandangan kayak begini langsung. Kami hanya kota-kota yang penuh dengan batu-batu bangunan saja, jadi nggak ada nature yang cantik dan juga pulau seperti ini," imbuhnya.