Jakarta, Bharata Online - Festival Film Nanyang (NFF) perdana resmi dibuka di FLIX Cinema PIK Avenue, Jakarta, pada Jumat (9/10) malam lalu.

Selama festival, NFF memutar film documenter koproduksi Tiongkok–Korea Selatan berjudul “5”. Film ini berfokus pada lima penyintas terakhir sistem “wanita penghibur” (“Jugun Ianfu”) militer Jepang di Korea Selatan. Dengan mendengarkan kisah yang mereka tuturkan sendiri, film ini merekam ingatan hidup yang sarat dengan sejarah kelam, sekaligus kesaksian sejarah mereka.

WhatsApp Image 2026-10-12 at 10.24.18.jpeg

Film ini telah diperkenalkan melalui acara peluncuran di Seoul pada tahun ini. Penderitaan yang ditimbulkan oleh sistem “wanita penghibur” tidak hanya dialami oleh satu negara. Pada masa Perang Dunia II, perempuan dari berbagai negara Asia, termasuk Tiongkok, Korea, Indonesia, dan Filipina, telah menjadi korban sistem ini. 

Selama pendudukan Jepang di Indonesia pada tahun 1942–1945, perempuan setempat juga menjadi korban sistem “wanita penghibur” militer Jepang. Dalam bahasa Indonesia, sejarah ini lazim disebut “JugunI anfu”. Para saksi hidup semakin tua, bagaimana melestarikan kesaksian langsung mereka dan membuat generasi mendatang memahami sejarah ini telah menjadi persoalan nyata yang tidak bias diabaikan.

WhatsApp Image 2026-10-12 at 10.24.18 (2).jpeg

Pemutaran film ini diharapkan dapat mengenang sejarah dengan sikap yang tenang dan khidmat, menghormati para penyintas, serta menjadikan film sebagai penghubung untuk mendorong pemahaman dan dialog antarpenonton lintas negara mengenai sejarah dan perdamaian.

Pada festival perdananya, NFF menayangkan 22 film dari Tiongkok dan berbagai negara Asia, yang mencakup drama, dokumenter, animasi, fantasi, horor, komedi, dan genre-genre lainnya. 

WhatsApp Image 2026-10-12 at 10.24.18 (3).jpeg

“Malam Film Guangdong” menjadi salah satu sorotan utama festival, dengan film pembuka “Back to Love” serta 5 film lainnya dari Guangdong, yang mengajak penonton Indonesia mengenal budaya, tokoh, dan kisah dari wilayah tersebut. Selain itu, “Malam Animasi Tiongkok” akan menghadirkan 5 film animasi dari Tiongkok. Sepanjang festival, pengunjung juga dapat membawa pulang souvenir kreatif NFF.

Festival Film Nanyang (NFF) adalah platform pertukaran film dan budaya yang menghubungkan Tiongkok, Asia Tenggara, dan kawasan Nanyang. NFF perdana ini digelar di Jakarta selama tiga hari dari tanggal 9–11Oktober 2026 melalui pemutaran film, kegiatan budaya, dan pertukaran industri, agar cerita dapat mengalir secara dua arah antarwilayah. NFF Diselenggarakan bersama oleh Nanyang Bridge Media, jaringan bioskop FLIX Cinema Indonesia, Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Tiongkok (PPIT), Asosiasi Industri Film Provinsi Guangdong, Jakarta Experience Board, Jakarta Film Commission, CGTN, dan lembaga-lembaga lainnya.

WhatsApp Image 2026-10-12 at 10.24.18 (1).jpeg