Chengdu, Bharata Online - Saat para pelancong di seluruh Tiongkok kembali ke kampung halaman atau destinasi wisata menggunakan kereta cepat selama liburan Hari Nasional yang berlangsung sepekan, seorang teknisi kereta bernama Huang Guoqing—yang nama depannya dalam bahasa Mandarin berarti "Hari Nasional" atau "perayaan nasional"—mencurahkan dedikasinya dalam giliran kerja malam, dengan cermat memeriksa baut dan komponen demi memastikan jaringan kereta beroperasi dengan aman.
Liburan Hari Nasional, yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 7 Oktober 2026, dikenal sebagai "Pekan Emas" (Golden Week) di Tiongkok dan merupakan masa puncak bagi sistem transportasi karena jutaan orang melakukan perjalanan atau pulang kampung untuk mengunjungi orang-orang terkasih.
Huang memulai giliran kerja malamnya pada pukul 20.00 di Depo Electric Multiple Unit (EMU) Chengdu, pusat perawatan kereta cepat terbesar di wilayah barat daya Tiongkok.
"Saya memeriksa pantograf, saluran AC untuk mendeteksi kebocoran, serta semua baut. Pekerjaan kami sepenuhnya tentang pemeriksaan dan perbaikan yang teliti. Setiap bagian harus diperiksa karena keselamatan penumpang bergantung padanya," ujar Huang saat melakukan pemeriksaan di atap kereta cepat Fuxing.
Huang melakukan lebih dari sekadar perawatan rutin dengan memeriksa ulang bahkan anomali terkecil sekalipun. Kewaspadaannya yang tinggi pernah mencegah potensi bahaya keselamatan saat pemeriksaan berlangsung.
"Ada sesuatu yang terasa janggal, jadi saya kembali untuk melihatnya lagi. Saya melihat tanda kuning pada sebuah baut telah bergeser dan segera memanggil tim perbaikan. Hal itu mengingatkan saya bahwa kami harus bertanggung jawab dan memeriksa setiap detail, sekecil apa pun itu," kata Huang.
Ketelitian tersebut berlanjut hingga ke bagian dalam kereta. Setelah memeriksa atap, Huang memeriksa setiap gerbong dan memverifikasi sistem kendali di kabin masinis pada kedua ujung rangkaian kereta.
Pemeriksaan setiap kereta memakan waktu satu hingga dua jam, dan biasanya ia memeriksa tiga atau empat kereta dalam satu malam. Bahkan di saat-saat tersulit menjelang fajar, ia terus menyemangati diri sendiri dan rekan-rekan setimnya.
"Dia sangat fokus dan cermat. Dia juga pribadi yang ceria dan murah senyum. Saat semua orang kelelahan di dini hari, dia tetap membawa energi positif bagi tim," ujar Wakil Ketua Tim, Su Xu.
Dedikasi Huang memiliki makna pribadi tersendiri. Lahir bertepatan dengan Hari Nasional Tiongkok, ia diberi nama Guoqing, yang berarti "Hari Nasional" atau "perayaan nasional". Orang tuanya berharap kelak ia akan mengabdi kepada negara, sebuah misi yang kini ia wujudkan melalui pekerjaannya.
"Saat kereta berangkat dengan lancar, beban di hati saya pun terangkat. Itu berarti kereta tersebut aman. Saya merasa bangga karena para penumpang bepergian untuk liburan maupun urusan pekerjaan menggunakan kereta yang telah saya periksa," ungkap Huang.