Beijing, Bharata Online - Ruang publik yang hidup memberikan napas baru bagi gang-gang bersejarah di Beijing yang dikenal sebagai hutong, mengubah gang-gang sempit tradisional ini menjadi pusat dinamis bagi budaya komunitas dan vitalitas perkotaan modern.

Di kawasan Tianqiao, kebun bersama dan ruang publik yang dirancang dengan cermat membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih nyaman sekaligus melestarikan karakter lokal.

"Kita bisa melihat bahwa Tianqiao terbagi menjadi tiga bagian. Bagian ini adalah area Kuil Pertanian, dan bagian tengah adalah area pertunjukan, banyak teater dan pertunjukan berlangsung di sini. Lalu, di sinilah lokasi kami berada. Area ini mencakup dua kawasan bersejarah yang memiliki hutong serta bangunan berhalaman dalam (courtyard). Perbedaannya sangat kontras antara kondisi sebelum dan sesudahnya. Hal terpenting bagi kami bukan hanya soal gaya bangunan, melainkan kondisi kehidupan warganya. Jadi, kami mengatasi masalah keamanan dan masalah ruang publik. Setelah itu, hutong ini banyak berubah, terutama bagi masyarakatnya," ujar Gan Zhenkun, perencana utama yang ditugaskan untuk wilayah Tianqiao.

Di "ruang tamu komunitas", sebuah area di tepi jalan tempat warga berkumpul, para lansia berbincang-bincang sementara anak-anak bermain di sekitarnya.

Tempat ini telah direvitalisasi selama beberapa tahun terakhir dan kini berfungsi sebagai ruang publik berskala kecil (micro public space).

"Seperti yang Anda lihat, banyak lansia tinggal di kawasan hutong bersama anak-anak mereka. Jadi, sudut-sudutnya dirancang agar nyaman bagi mereka saat berdiri, dan kami juga memastikan sudut-sudutnya tidak terlalu tajam demi keselamatan mereka," jelas Gan saat memperkenalkan fasilitas dasar di ruang tamu komunitas tersebut.

"Dulu, hutong ini terasa agak mati, Anda tahu? Namun setelah perbaikan, suasananya jadi jauh lebih hidup. Tempat ini menyatukan warga. Sungguh menyenangkan. Tampilan rumah-rumah di sini juga berbeda dari sebelumnya; semuanya telah direnovasi sebagai bagian dari desain ulang. Kondisi hutong ini jauh lebih baik daripada dulu," kata Jia Shikun, warga setempat di Hutong Zhaozhuizi.

Di kawasan tersebut, bahkan terdapat kebun kecil—atau lahan pertanian—tempat warga setempat menanam sayuran sendiri dan memanen hasilnya setiap tahun.

"Mereka mengadopsi lahan pertanian ini dan tidak hanya akan menjadi pengguna area tersebut, tetapi juga menjadi penjaga ruang publik," ujar Gan.

Selain itu, sejumlah pagar pembatas telah dipasang di hutong tersebut agar warga setempat dapat menjemur pakaian atau anak-anak bisa berolahraga.