Tiongkok, Bharata Online - Menurut Administrasi Meteorologi Tiongkok, Tiongkok telah membangun jaringan pengamatan agrometeorologi terbesar di dunia, yang mengintegrasikan pemantauan ruang angkasa, langit, dan darat dengan teknologi mutakhir untuk mendorong pengembangan pertanian cerdas.
Saat negara memasuki musim puncak pembajakan dan penanaman di musim semi, jaringan ini memberikan dukungan penting bagi produksi pertanian.
Di Provinsi Henan, Tiongkok utara, wilayah penghasil biji-bijian utama di negara itu, para ilmuwan meteorologi menggunakan data dari 48 stasiun pengamatan fenologi untuk memantau pertumbuhan gandum secara real-time. Dengan menganalisis indikator kunci seperti kandungan klorofil daun, sistem ini memungkinkan penilaian kesehatan tanaman yang jelas dan akurat. Dikombinasikan dengan satelit meteorologi Fengyun dan penginderaan jauh yang dipasang pada drone, jaringan ini secara otomatis melacak tinggi tanaman dan kondisi pertumbuhan.
Henan kini telah mencapai cakupan pemantauan meteorologi penuh di seluruh wilayah penghasil biji-bijian intinya. Secara nasional, jaringan ini mencakup 1.380 stasiun agrometeorologi yang meliputi semua wilayah penghasil biji-bijian utama, sistem terbesar di dunia dalam jenisnya.
Jaringan ini juga terintegrasi dengan data dari Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan, memfasilitasi berbagi sumber daya dan analisis kolaboratif.
Didukung oleh teknologi seperti kecerdasan buatan, penginderaan laser, dan penginderaan jarak jauh, Tiongkok kini menjadi satu-satunya negara di dunia yang mampu mengumpulkan data secara otomatis tentang tahapan perkembangan tanaman, dengan akurasi mencapai 90 persen. Sistem ini juga dapat mengeluarkan peringatan dini untuk bencana fisiologis terkait padi hingga 48 jam sebelumnya.
Aplikasi sistem ini meluas melampaui perkiraan hasil panen dan penilaian bencana, memberikan dukungan data penting untuk pemantauan kualitas lahan pertanian dan inovasi industri benih.