Beijing, Bharata Online - Tiongkok berharap Prancis dan Jerman akan menjunjung tinggi kerja sama terbuka dan perdagangan bebas, mematuhi aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), serta menahan diri untuk tidak terus-menerus mendorong Uni Eropa (UE) agar menggunakan langkah-langkah proteksionis, ujar Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Selasa (6/10).
Saat dimintai tanggapan mengenai laporan media yang menyebutkan bahwa Prancis dan Jerman mendesak UE untuk lebih sering menggunakan langkah-langkah pertahanan perdagangan dan menerapkan sejumlah instrumen proteksionis baru, Jubir tersebut menyatakan bahwa Tiongkok senantiasa berpandangan bahwa saling ketergantungan bukanlah sebuah risiko, keterkaitan kepentingan tidak menimbulkan ancaman, dan kerja sama terbuka merupakan jalan yang tepat menuju pembangunan.
Menurutnya, proteksionisme tidak dapat meningkatkan daya saing, sementara pemisahan ekonomi (decoupling) dan pemutusan rantai pasok hanya akan merugikan pihak lain tanpa memberikan keuntungan bagi diri sendiri.
Jubir tersebut mengatakan, sebagai negara dengan ekonomi besar, Prancis dan Jerman sebaiknya tidak mempolitisasi isu perdagangan dan ekonomi ataupun memperluas konsep keamanan nasional secara berlebihan. Mereka harus menghindari langkah keliru yang pada akhirnya justru akan merugikan diri mereka sendiri.