Haikou, Bharata Online - World New Energy Vehicle Congress (Kongres Kendaraan Energi Baru Dunia) 2026 resmi dibuka di Kota Haikou, Provinsi Hainan, Tiongkok Selatan, pada hari Selasa (22/9), dengan fokus pada peralihan global menuju kendaraan listrik (EV) dan pertumbuhan industri yang tangguh.
Seiring meningkatnya kepemilikan kendaraan listrik dan dorongan kuat untuk membangun industri yang kokoh, Hainan menjadi tuan rumah kongres ini di Hainan International Convention and Exhibition Center. Acara ini mempertemukan produsen mobil global, lembaga penelitian terkemuka, dan para pemimpin industri untuk membahas inovasi teknologi, keamanan rantai pasok, serta pengaruh kecerdasan buatan (AI) yang kian berkembang dalam kendaraan. Acara ini bertujuan membentuk pengembangan dan kerja sama masa depan di sektor kendaraan energi baru (NEV) secara global.
Kongres tahun ini menghadirkan forum utama, sepuluh sesi tematik, tiga diskusi tertutup, dan enam acara pendukung yang berlangsung bersamaan. Diskusi berpusat pada berbagai tujuan, seperti mencapai pangsa pasar global sebesar 50 persen untuk kendaraan energi baru pada tahun 2035, mendorong pertumbuhan berbasis inovasi, dan mempromosikan kemitraan global, khususnya yang terkait dengan Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan.
Seorang pejabat senior dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok menyatakan dalam kongres tersebut bahwa pasar kendaraan energi baru global sedang berkembang pesat. Data terbaru menunjukkan bahwa kendaraan jenis ini kini mencakup lebih dari 25 persen total penjualan kendaraan global.
"Kita harus menghormati hukum objektif industri otomotif bahwa peningkatan efisiensi dicapai melalui pembagian kerja dan kerja sama global. Kita menentang proteksionisme dan unilateralisme, serta harus bersama-sama membangun aturan perdagangan yang adil, nondiskriminatif, dan dapat diprediksi, sembari menjaga tatanan ekonomi dan perdagangan yang terbuka, stabil, dan saling menguntungkan," ujar Guo Shougang, Direktur Jenderal Departemen Industri Peralatan Pertama Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, dalam pidatonya.
"Acara ini menarik kehadiran produsen mobil global, lembaga pengujian, dan sumber daya penelitian ilmiah untuk berkumpul, sekaligus membangun wadah bagi penelitian dan pengembangan (litbang) bersama serta pengujian tolok ukur berskala internasional," kata Zhou Hua, Wakil Manajer Umum China Automotive Tech and Research Center Co. Ltd.
Para pejabat industri menyoroti peran terdepan Hainan dalam transformasi nasional ini. Provinsi tersebut, yang berada di garis depan transisi transportasi ramah lingkungan Tiongkok, sedang membangun pulau energi bersih melalui berbagai proyek transportasi hijau dan peluncuran platform industri baru selama acara berlangsung.
"Tingkat penetrasi kendaraan energi baru (NEV) di provinsi ini tetap tinggi. Tercatat tiga dari empat mobil baru yang terjual pada bulan Agustus merupakan NEV. Permintaan akan mobilitas ramah lingkungan sangat kuat, dan NEV kini menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan mobil. Provinsi ini memiliki lebih dari 310.000 unit pengisian daya dan lebih dari 110 stasiun penukaran baterai," ujar Yu Huan, Wakil Direktur Divisi Pengembangan dan Pengawasan NEV pada Dinas Perindustrian dan Teknologi Informasi Provinsi Hainan.
Kongres ini akan berlangsung selama tiga hari dan dibuka untuk umum pada hari Kamis (24/9).