Beijing, Bharata Online - Sektor jasa Tiongkok terus menunjukkan momentum yang kuat, dengan ekspektasi aktivitas bisnis tetap berada di zona ekspansi selama lima bulan berturut-turut, menurut data yang dirilis dalam konferensi pers oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) di Beijing pada hari Selasa (29/9).
Menurut NDRC, indeks ekspektasi aktivitas bisnis untuk sektor jasa telah bertahan di atas 55 persen sejak bulan April 2026, yang menandakan optimisme berkelanjutan di kalangan penyedia jasa.
Kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 66,1 persen pada semester pertama tahun 2026, naik 5,9 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang menegaskan perannya sebagai penggerak utama ekspansi ekonomi Tiongkok.
"Perkembangan sektor jasa telah menunjukkan momentum positif yang ditandai dengan ekspektasi kebijakan yang meningkat, kepercayaan pasar yang kuat, konsumsi yang tangguh, serta keterbukaan yang dinamis," ujar Li Chunfang, Wakil Direktur Departemen Pengembangan Industri NDRC, dalam konferensi pers tersebut.
Kinerja yang kuat ini menyusul konferensi nasional sektor jasa pertama yang diselenggarakan pada bulan April 2026, yang menjadi landasan bagi upaya komprehensif untuk memperluas dan meningkatkan kualitas industri tersebut. NDRC, bekerja sama dengan 40 instansi pemerintah, telah menetapkan 131 tugas utama untuk tahun 2026 dan 2027. Selama enam bulan terakhir, 81 langkah pendukung telah diperkenalkan, dengan lebih dari 60 persen tugas prioritas menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Di tingkat provinsi, 27 wilayah telah mengadakan konferensi sektor jasa mereka sendiri dan menerbitkan dokumen pelaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta kapasitas layanan. Upaya terkoordinasi ini mencerminkan apa yang disebut para pejabat sebagai "kombinasi kebijakan yang kuat" (policy combination punch) yang dirancang untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.