Beijing, Bharata Online - Tiongkok dan Amerika Serikat akan terus berkomunikasi melalui mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan, kata He Yadong, Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, dalam konferensi pers di Beijing pada hari Kamis (9/4).

Ia menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan media mengenai langkah-langkah pengendalian ekspor Tiongkok terhadap logam tanah jarang.

"Sesuai dengan konsensus yang dicapai selama konsultasi ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS di Kuala Lumpur, penangguhan langkah-langkah pengendalian ekspor terkait yang diumumkan pada 9 Oktober 2025 akan tetap berlaku hingga 10 November 2026. Kedua pihak akan terus berkomunikasi mengenai kekhawatiran masing-masing melalui mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan," ujar He.

"Tiongkok berkomitmen untuk menjaga keamanan dan stabilitas rantai industri dan pasokan global, dengan mempertimbangkan sepenuhnya tuntutan dan kekhawatiran yang wajar dari sektor sipil global, termasuk AS, dan secara aktif mempromosikan perdagangan yang nyaman dan sesuai aturan. Tiongkok akan menyetujui semua permohonan ekspor untuk barang-barang yang ditujukan untuk penggunaan sipil sesuai dengan hukum," tambahnya.