QINZHOU, Bharata Online – Pembukaan secara resmi Kanal Pinglu pada 16 September 2026 tidak hanya memangkas jalur logistik antara Tiongkok barat daya dan Asia Tenggara, tetapi juga memicu lonjakan sektor pariwisata air. Salah satu titik paling strategis yang merasakan dampak positif tersebut adalah Area Layanan Terpadu Perairan Qinzhou, di Daerah Otonom Guangxi Zhuang. Sebagai fasilitas layanan perairan terbesar dan terlengkap di Guangxi, area ini dirancang untuk mengintegrasikan fungsi transportasi sungai-laut dengan pariwisata.
Para jurnalis Media Mitra ASEAN 2026, pada Minggu pagi, hari ketiga kunjungannya di provinsi Guangxi, berkesempatan untuk menyusuri keindahan Kanal Pinglu di bagian paling selatan, yang dekat dengan pintu air kapal yang mengarah langsung ke teluk Beibu.
Sejak pelayaran komersial dimulai, Area Layanan Terpadu Perairan Qinzhou menjadi titik awal, sekaligus terminal akhir bagi rute wisata khas Pinglu Canal River-to-Sea, menuju Jembatan Longmen. Melalui rute pelayaran dari area layanan ini, wisatawan diajak menikmati perpaduan lanskap pesisir Teluk Beibu, jembatan-jembatan megah di sepanjang jalur air sepanjang 134,2 kilometer tersebut, serta aktivitas pintu air navigasi modern.
Selain menjadi dermaga keberangkatan kapal wisata, Area Layanan Terpadu Perairan Qinzhou yang tergabung dalam Pinglu Canal Group, juga memainkan peran ganda dalam mendukung ekosistem maritim dan ekonomi lokal. Kawasan ini dilengkapi dengan delapan dermaga berkapasitas 5.000 ton, dua dermaga pengisian bahan bakar, dan tiga dermaga kapal kerja yang mencakup tujuh fungsi utama, mulai dari pasokan logistik kapal, layanan awak, hingga pemantauan ekologi.
Sekretaris Cabang Partai sekaligus Ketua Dewan Direksi Guangxi Pinglu Canal Cultural Tourism Development Co., Ltd., Zhang Kai, kepada para wartawan menjelaskan, bahwa sejak Kanal Pinglu dibuka untuk pelayaran, keempat rute penumpang berhasil mencapai target "begitu dibuka langsung beroperasi, begitu beroperasi langsung ramai peminat". Menurut Zhang, hingga 7 November, tercatat total 541 jadwal pelayaran telah diberangkatkan, dengan melayani lebih dari 68.000 penumpang. Rinciannya, ruas Nanning telah memberangkatkan total 245 pelayaran dengan melayani lebih dari 30.000 wisatawan; sedangkan ruas Qinzhou telah memberangkatkan total 296 pelayaran dengan melayani sekitar 38.000 wisatawan.
Pinglu Canal Group berpegang pada penjadwalan yang terukur dan pengelolaan yang mendetail, serta bersinergi dengan perusahaan pelayaran mitra untuk memastikan keempat rute penumpang beroperasi dengan kapasitas jadwal penuh. Langkah ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan wisata kapal secara maksimal, mengajak wisatawan menikmati keindahan alam serta budaya di sepanjang Kanal Pinglu, sekaligus merasakan langsung kemegahan proyek mahakarya abad ini dari jarak dekat.
Selain itu, Pinglu Canal Group juga membangun pusat pengunjung pendukung di Area Layanan Terpadu Perairan Xinfu dan Qinzhou. Fasilitas ini mencakup meja informasi layanan, area pameran produk kreatif budaya khas kanal, area kuliner dan ritel, loker penyimpanan bagasi pintar, hingga area pengisian daya ponsel terpusat, yang siap melayani kebutuhan penumpang untuk menunggu kapal, berbelanja, dan beristirahat. Untuk memaksimalkan potensi kunjungan turis, pengelola menyediakan ruang pamer dan penjualan produk kreatif bertema kanal dan budaya setempat. Produk unggulan lokal seperti set teh keramik tradisional Nixing khas Qinzhou dan kartu pos pemandangan kanal, menjadi cindera mata favorit yang turut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Area Layanan Terpadu Perairan Qinzhou merupakan area layanan perairan terbesar dengan fungsi terlengkap di Guangxi, sekaligus menjadi titik simpul penting di Kanal Pinglu, yang memadukan jaminan navigasi pelayaran dan layanan terpadu. Area ini menyediakan layanan terpadu satu atap (one-stop service), meliputi pengisian bahan bakar minyak dan gas kapal, perbekalan logistik, manajemen lalu lintas pelayaran, penampungan limbah cair dan sampah, tempat istirahat awak kapal, hingga area perbelanjaan, yang seluruhnya dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan sandar dan istirahat bagi kapal kargo besar maupun kapal pesiar wisata.
Tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai hub penghubung antara pelayaran sungai pedalaman dan wisata pesisir, tetapi juga menjadi etalase penting bagi wisatawan, untuk menikmati panorama pertemuan sungai dan laut di Kanal Pinglu. Awak kapal yang melintas maupun masyarakat luas, dapat berfoto di berbagai spot menarik untuk mengabadikan keindahan tepian kanal.
Kehadiran Area Layanan Terpadu Perairan Qinzhou, membuktikan bahwa proyek infrastruktur raksasa senilai 72,7 miliar yuan ini tidak sekadar menjadi urat nadi perdagangan baru Tiongkok–ASEAN, melainkan juga katalisator bagi pengembangan wisata bahari, dan pelestarian budaya lokal di wilayah pesisir selatan Tiongkok. (Bharata Online)