BEIJING, Radio Bharata Online - KTT BRICS offline pertama dalam lebih dari tiga tahun akan dilangsungkan di Johannesburg, Afrika Selatan minggu depan, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan melakukan kunjungan kenegaraan di negara tersebut, sekaligus bergabung dengan para pemimpin BRICS lainnya.

Kehadiran Presiden Tiongkok Xi di KTT BRICS, diantaranya untuk membahas isu-isu tentang ekonomi negara berkembang, dan perkembangan masyarakat internasional.

KTT yang sangat dinanti-nantikan itu akan memberi kesempatan kepada negara berkembang, untuk membahas tantangan yang dihadapi dalam mendorong pembangunan di era pasca-pandemi, dan memperkuat kerja sama Selatan-Selatan, di tengah meningkatnya risiko geopolitik.

Presiden Xi akan menghadiri KTT BRICS ke-15 di Johannesburg, Afrika Selatan dan melakukan kunjungan kenegaraan ke Afrika Selatan dari 21 hingga 24 Agustus, atas undangan Presiden Republik Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying pada hari Jumat mengumumkan,di Johannesburg, Presiden Xi Jinping dijadwalkan untuk memimpin dialog bersama Presiden Ramaphosa.

Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin pada konferensi pers hari Jumat mengatakan, KTT akan melanjutkan momentum kerja sama yang sehat, dan cetak biru masa depan yang lebih cerah untuk BRICS. Wang menambahkan bahwa semua pihak akan bertukar pandangan secara mendalam tentang tantangan global yang menonjol, meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam urusan internasional, menyuntikkan stabilitas dan energi positif ke dunia saat ini yang penuh dengan ketidakpastian, dan menyumbangkan kebijaksanaan dan kekuatan untuk perdamaian dan pembangunan dunia.

Ketua BRICS Afrika Selatan, tahun ini telah mengundang total 69 negara dan wilayah ke KTT tersebut. Presiden Rusia Vladimir Putin akan bergabung dengan para pemimpin BRICS lainnya melalui tautan video. (Global Times)