Tiongkok, Bharata Online - Menurut Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, Tiongkok telah mengalokasikan sepenuhnya dana obligasi negara khusus berjangka sangat panjang tahun ini, yang bernilai 250 miliar yuan (sekitar 667 triliun rupiah), untuk program tukar tambah barang konsumsi, dengan penerbitan tahap keempat sebesar 62,5 miliar yuan (sekitar 167 triliun rupiah yang baru saja dilakukan.

Komisi tersebut mengumumkannya pada hari Rabu (30/9) di Beijing. Program ini bertujuan untuk mendorong konsumsi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selama periode Januari hingga Agustus 2026, total penjualan barang yang terkait dengan program tukar tambah mencapai 1,55 triliun yuan (sekitar 4.135 triliun rupiah), dan 208 juta orang telah memperoleh manfaat dari subsidi tersebut.

Program ini memfasilitasi penukaran 5,353 juta kendaraan dan 91,458 juta peralatan rumah tangga yang mencakup enam kategori, termasuk lemari es dan mesin cuci—serta 108 juta produk digital dan perangkat pintar.

Kebijakan ini telah mendorong pertumbuhan pesat penjualan ritel perangkat telekomunikasi, peralatan rumah tangga hemat energi, dan perangkat pintar yang dapat dikenakan (wearable devices). Kendaraan penumpang energi baru telah mencakup lebih dari 60 persen penjualan ritel mobil penumpang baru selama lima bulan berturut-turut.