Beijing, Bharata Online - Ketua Eksekutif Apple, Tim Cook, bertemu dengan para eksekutif perusahaan layanan streaming asal Tiongkok, iQIYI, di Beijing pada hari Rabu (14/10). Pertemuan ini bertujuan untuk melihat bagaimana aplikasi mereka telah disesuaikan untuk perangkat iPhone Duo yang dapat dilipat, sebuah langkah yang merupakan bagian dari upaya Apple bekerja sama dengan pengembang lokal menjelang peluncuran ponsel tersebut.

iQIYI, perusahaan yang terdaftar di bursa Nasdaq dan memproduksi drama serta acara hiburan orisinal untuk platform streaming-nya, menunjukkan kepada Cook bagaimana aplikasi mereka menyesuaikan tampilan video dan kontrol pemutaran saat ponsel dibuka atau dilipat sebagian.

Demonstrasi ini berlangsung dalam kunjungan ketiga Cook ke Tiongkok tahun ini, menjelang peluncuran iPhone Duo pada 23 Oktober 2026 mendatang.

Dalam wawancara dengan China Global Television Network (CGTN), Cook menjelaskan bagaimana Apple bekerja sama dengan para pengembang untuk membantu mereka menyesuaikan aplikasi dengan tata letak layar ponsel yang dapat berubah-ubah.

"Kami telah bekerja sama dengan sejumlah pengembang, seperti yang Anda lihat hari ini, sejak beberapa minggu lalu saat kami membuat pengumuman, dan mereka telah bekerja dengan sangat giat. Kami telah merilis sejumlah API. Kami juga bekerja sama dengan Shanghai Developer Center untuk mendampingi para pengembang dalam mengoptimalkan berbagai fitur, seperti mode laptop dan fungsi lainnya, agar dapat memanfaatkan semua orientasi layar yang ditawarkan oleh perangkat ini. Aplikasi sangatlah penting bagi kami, dan kami bekerja sama secara erat dengan para pengembang. Mereka memegang peranan krusial dalam proses ini, dan seperti yang Anda lihat hari ini, mereka sangat inovatif. Kami bangga sekali bisa bekerja sama dengan mereka," ujar Cook.

Cook juga menyoroti peran Tiongkok dalam proses manufaktur ponsel tersebut, serta potensi pasar Tiongkok untuk perangkat yang dapat dilipat.

"Seperti yang Anda ketahui, iPhone Duo diproduksi secara eksklusif di Tiongkok, dan pasar Tiongkok untuk perangkat lipat tidak ada duanya. Oleh karena itu, kami sangat bangga dapat meluncurkan produk Duo ini," katanya.

Gong Yu, pendiri sekaligus CEO iQIYI, bagi iQIYI, penyesuaian aplikasi streaming mereka merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pengalaman menonton, seiring dengan perubahan cara orang menikmati konten video akibat hadirnya perangkat-perangkat baru.

"Kami sangat menekankan pada terminal komunikasi dan hiburan yang inovatif. Itulah sebabnya kolaborasi kami dengan iPhone Duo, serta koordinasi erat antara kedua tim kami, benar-benar mencerminkan arah yang kami tuju. Tujuan kami adalah menghadirkan pengalaman audio-visual terbaik bagi para pengguna," ujar Gong.

Gong juga menuturkan bahwa kecerdasan buatan (AI) membantu iQIYI dalam memproduksi dan mendistribusikan konten secara lebih efisien, termasuk untuk audiens di luar Tiongkok.

"Tiongkok memimpin secara global, baik dalam bidang AI maupun model bisnis layanan streaming video daring. Menjadi pemimpin di kedua bidang tersebut memberi kami keunggulan awal yang nyata. Hal ini memungkinkan kami untuk memanfaatkan AI di seluruh aspek, mulai dari produksi dan desain konten hingga distribusi serta monetisasi. Sinergi antara inovasi perangkat keras dan penerapan AI menciptakan efek yang saling menguntungkan, sekaligus membuka potensi nilai yang jauh lebih besar. Bagi industri film dan televisi, dampak terbesar dari AI adalah menurunkan hambatan serta biaya produksi. Teknologi ini secara signifikan mengurangi kendala bahasa dan budaya dengan biaya yang jauh lebih rendah. Ini sangat membantu perusahaan seperti iQIYI dalam upaya kami untuk merambah pasar global dan berekspansi ke kancah internasional," jelas Gong.