Xiamen, Bharata Online - Total impor dan ekspor pangan Tiongkok meningkat 4,1 persen secara tahunan menjadi 1,46 triliun yuan (sekitar 3.976 triliun rupiah) pada tiga kuartal pertama tahun 2026, menurut data bea cukai yang dirilis pada hari Jumat (30/10).

Administrasi Umum Bea Cukai (General Administration of Customs/GAC) mengumumkan angka tersebut dalam sebuah acara tematik untuk Pekan Publikasi Keamanan Pangan Nasional 2026 yang diselenggarakan pada hari Jumat (30/10) di Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok Timur.

Seorang pejabat senior GAC menyatakan bahwa otoritas bea cukai di seluruh Tiongkok telah secara konsisten memperkuat regulasi keamanan pangan untuk kegiatan impor dan ekspor, sehingga mendorong pertumbuhan yang stabil dalam perdagangan pangan negara tersebut.

Berdasarkan data terbaru, selama sembilan bulan pertama tahun ini, total impor pangan Tiongkok mencapai 1,04 triliun yuan (sekitar 2.832 triliun rupiah) naik 4,7 persen secara tahunan, sementara ekspor mencapai 0,42 triliun yuan (sekitar 1.144 triliun rupiah), atau meningkat 2,4 persen.

Demi menjaga kesehatan masyarakat, otoritas bea cukai telah mengembalikan atau memusnahkan 4.498 kelompok (batch) produk impor yang tidak memenuhi standar, serta mengambil tindakan terhadap 5.623 perusahaan pangan luar negeri.

"Kami telah menerapkan manajemen pendaftaran bagi 99.000 perusahaan yang tersebar di 182 negara dan wilayah di seluruh dunia. Kami juga telah memperkuat manajemen kepatuhan perusahaan dan menindak lebih tegas berbagai pelanggaran terkait pangan. Dari Januari hingga September, pemeriksaan bea cukai mengungkap 219 kasus, dan 112 kasus penjatuhan sanksi administratif di bidang keamanan pangan telah diselesaikan, dengan nilai yang melibatkan lebih dari 73 juta yuan (sekitar 198,8 miliar rupiah)," ujar Zhang Baofeng, Wakil Kepala GAC.

Kampanye Pekan Publikasi Keamanan Pangan Nasional 2026, yang diselenggarakan bersama oleh Kantor Keamanan Pangan Dewan Negara (State Council Food Safety Office) serta 27 departemen dan lembaga pemerintah lainnya, telah dimulai sejak 22 September 2026. Selama inisiatif ini berlangsung, pihak berwenang menggelar lebih dari 40 acara tematik, yang mencakup pelatihan profesional mengenai hukum dan standar keamanan pangan, publikasi kasus-kasus penegakan hukum yang representatif, serta kampanye edukasi publik yang berfokus pada keamanan pangan dan gizi.