Dubai, Bharata Online - Menjelang Dubai Business Forum di Shenzhen pada 14 Oktober 2026, pimpinan Dubai Chambers menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok sedang menjalin hubungan yang semakin erat dengan emirat tersebut dalam hal ekspansi bisnis, pengembangan teknologi, dan pertumbuhan regional.
Dubai Business Forum itu menandai kali kedua forum tersebut diselenggarakan di Tiongkok, setelah edisi tahun 2024 di Beijing. Acara tahun ini akan menyoroti sektor-sektor yang sedang berkembang, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan manufaktur canggih.
Mohammad Ali Rashed Lootah, Presiden dan CEO Dubai Chambers, mencatat bahwa Shenzhen dan Dubai memiliki kesamaan dalam pengembangan sains dan teknologi, serta menyatakan bahwa forum ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kedua kota tersebut.
"Shenzhen telah berkembang sangat pesat sebagai pusat teknologi di kawasan Greater Bay Area maupun Tiongkok secara keseluruhan. Menurut saya, pertumbuhan pesat yang dialami kota ini mengingatkan saya pada Dubai dan bagaimana Dubai tumbuh dengan cepat. Hal ini tak lepas dari dedikasi masyarakatnya, keterbukaan ekonomi, dan terutama kesediaan untuk menjajal teknologi baru," ujarnya.
Data yang dirilis oleh Dubai Chambers pada bulan September 2026 menunjukkan bahwa jumlah perusahaan Tiongkok yang bergabung dengan organisasi tersebut melonjak 190 persen antara tahun 2021 dan 2025, melampaui angka 6.400 pada akhir Juni tahun ini. Semakin banyak perusahaan Tiongkok yang memindahkan kantor pusat regional, pusat bisnis, dan pusat teknologi mereka ke Dubai, mencakup berbagai bidang seperti kendaraan energi baru, komunikasi, komputasi awan, dan layanan digital.
Lebih dari sekadar menjual produk ke luar negeri, perusahaan-perusahaan Tiongkok berupaya memperluas bisnis mereka ke kancah global.
"Kami melihat adanya minat yang meningkat dari perusahaan teknologi Tiongkok untuk menjadikan Dubai sebagai batu loncatan bagi mereka di kawasan MENA (Timur Tengah dan Afrika Utara), Afrika, dan negara-negara CIS (Persemakmuran Negara-Negara Merdeka). Kami yakin bahwa konektivitas yang dimiliki Dubai dengan pasar-pasar yang tumbuh pesat—seperti kawasan MENA, Afrika, dan negara-negara CIS, pasti akan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok," kata Lootah.