Tashkent, Radio Bharata Online - Kunjungan kenegaraan Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev, ke Tiongkok memiliki arti penting bagi kerja sama bilateral di berbagai bidang, kata Ruslan Kenjaev, Wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Narodnoe Slovo (People's Word) Uzbekistan.
Atas undangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, Mirziyoyev akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok pada tanggal 23-25 Januari 2024.
"Sejak terjalinnya hubungan diplomatik antara Uzbekistan dan Tiongkok 32 tahun yang lalu, volume perdagangan bilateral telah meningkat lebih dari 100 kali lipat. Hubungan politik antara kedua negara telah diperkuat, dan kerja sama budaya juga telah sangat ditingkatkan. Uzbekistan dan Tiongkok saling menghormati dan telah mendapat manfaat dari hubungan persahabatan mereka. Pada saat yang sama, kedua negara selalu saling mendukung dalam menghadapi kesulitan. Perkembangan hubungan bilateral telah menempa atmosfer positif bagi seluruh wilayah Asia Tengah dan seluruh benua Asia," kata Ruslan Kenjaev.
"Kunjungan presiden Uzbekistan ke Tiongkok akan mengantarkan tahap penting lainnya dalam memperkuat dialog antara Uzbekistan dan Tiongkok. Dengan ikatan persahabatan yang mendalam, para pemimpin kedua negara pasti akan dapat mengimbangi kerja sama dan mengeksplorasi bidang-bidang baru untuk kerja sama yang telah terabaikan di masa lalu. Kedua kepala negara telah sepakat untuk mempromosikan pembangunan komunitas Uzbekistan-Tiongkok dengan masa depan bersama. Diyakini bahwa pertemuan antara kedua kepala negara akan menguntungkan kedua negara dan kedua bangsa, dan berfungsi sebagai langkah penting lainnya dalam memperkuat pembangunan komunitas masa depan bersama," jelasnya.
Selama kunjungan tersebut, kedua negara akan mengadakan serangkaian kegiatan pendukung di bidang budaya, pendidikan, dan kerja sama sub-nasional untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang secara komprehensif.