MADAO, Bharata Online - Proses reklamasi dan pemulihan kontur lahan ini dilakukan dengan memanfaatkan metode rekayasa geoteknik yang efisien, yakni menggunakan material tanah dan batuan sisa dari proyek penggalian bukit di sekitar area tersebut. Langkah ini dinilai menjadi solusi ganda: menata ulang elevasi bukit, sekaligus menutup lubang-lubang bekas galian tambang agar kembali aman dan layak tanam.

Dalam pelaksanaannya, proses pengurukan dilakukan secara bertahap, untuk memastikan kepadatan dan stabilitas tanah tetap terjaga. Material tanah hasil galian bukit dipindahkan dan diratakan ke dalam cekungan bekas tambang, hingga mencapai ketinggian yang direncanakan.  Agar lahan urukan tersebut siap ditanami komoditas hortikultura, tim pelaksana di lapangan juga menerapkan lapisan tanah pucuk (topsoil) di bagian paling atas. Penambahan unsur hara, bahan organik, serta penyesuaian tingkat keasaman (pH) tanah, dilakukan sebelum masa tanam dimulai untuk memastikan akar tanaman sayur dan buah dapat tumbuh optimal.

Kawasan hasil reklamasi ini dirancang untuk ditanami berbagai jenis komoditas pangan yang adaptif, dan memiliki nilai jual tinggi di pasar lokal, seperti sayuran dan berbagai jenis buah-buahan.

Tang Xiaofu, seorang Associate Professor (Wakil Profesor) di Fakultas Pertanian Universitas Guangxi sekaligus Utusan Sains Pedesaan Guangxi, memimpin tim peneliti yang berhasil mengembangkan dan membudidayakan "Melon Pinglu",  sejenis buah melon manis yang ditanam di atas tanah hasil galian (tanah buangan/reklamasi) proyek pembangunan Terusan Pinglu.  Dari penelitian tersebut, mereka berhasil membudidayakan hingga lebih dari 200 jenis buah melon.

Melalui teknik perbaikan tanah yang ilmiah, tim yang dipimpin Profesor Tang, berhasil mengubah tanah sisa galian proyek yang sebelumnya tandus dan asam, menjadi lahan pertanian produktif yang menghasilkan berbagai varietas melon berkualitas tinggi.

Di lokasi perkebunan tidak jauh dari Hub Madao, Profesor Tang juga sempat dengan penuh keramahan menyambut dan menjamu rombongan jurnalis ASEAN dengan hidangan berbagai jenis buah melon, dan memperlihatkan berbagai buah-buahan lain yang tumbuh subur diatas lahan tersebut.

Hasil panen sayur dan buah dari lahan ini dapat langsung menyuplai kebutuhan pangan harian bagi pekerja maupun warga di sekitar kawasan Hub Madao dengan rantai pasok yang lebih singkat dan segar. Keberhasilan penataan lahan di sekitar Hub Madao ini diharapkan dapat menjadi percontohan (pilot project) bagi pengelolaan lahan pasca tambang lainnya, sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara penataan infrastruktur dan pemulihan lingkungan mampu menciptakan ekosistem agribisnis yang produktif. (Bharata Online)