Shanghai, Bharata Online - Shanghai International Light Festival yang ketiga telah menerangi kota sepanjang musim gugur tahun ini, menawarkan kesempatan bagi warga dan pengunjung untuk menikmati seni malam kota dengan pengalaman yang imersif, sekaligus menyuntikkan semangat dan vitalitas baru dalam upaya mendorong aktivitas konsumsi di malam hari.
Mengusung tema utama "Light of Shanghai" (Cahaya Shanghai), festival tahun ini mencakup satu lokasi utama dan 16 lokasi pendukung di seluruh penjuru kota, dengan total 158 acara tematik. Festival yang berlangsung selama satu bulan itu dijadwalkan akan terus berjalan hingga 16 Oktober 2026.
Di lokasi utama yang terletak di Distrik Huangpu, Yanzhong Green Space telah disulap menjadi zona pengalaman cahaya hutan kota yang menyatu dan berkelanjutan, yang pertama di pusat kota Shanghai. Area ini membentang melintasi empat lahan hijau yang saling terhubung, tempat pertunjukan proyeksi interaktif di Gedung Telecom serta pagelaran musik dan cahaya spektakuler selama 10 hari di Shanghai Concert Hall memadukan pemetaan arsitektur (architectural mapping) dengan beragam sajian musik untuk menciptakan pengalaman audio-visual yang imersif.
"Teknologi proyeksi mutakhir kini diterapkan pada fasad bangunan di malam hari sehingga wisatawan bisa bermain gim. Ini merupakan hal yang sangat baru dan unik," ujar seorang wisatawan.
Di lokasi pendukung Distrik Changning, efek pencahayaan menjadi aspek penting yang dipertimbangkan sejak tahap perencanaan arsitektur, dengan ruang tiga dimensi bangunan tersebut berfungsi sebagai media utama untuk menampilkan tata cahaya.
"Kami merancang sebuah 'taman awan' (cloud garden) dan tiga plaza cekung (sunken squares). Ruang-ruang arsitektur yang kaya dan berdimensi tiga ini menyediakan wadah yang sangat baik bagi kami untuk menampilkan konten festival cahaya ini," jelas Li Nan, Manajer Umum Crystal Bridge, sebuah kompleks serbaguna berskala sangat besar yang terletak di kawasan pusat bisnis Distrik Changning.
Tidak sekadar menjadi pesta budaya visual, festival ini juga berperan sebagai sarana untuk mengubah pengunjung pertunjukan cahaya menjadi konsumen pasar malam melalui berbagai langkah, seperti pengumpulan stempel dan pembagian voucer belanja.
"Selama festival berlangsung, terdapat 28 titik check-in tempat pengunjung dapat menggunakan ponsel mereka untuk melakukan pemindaian (tap) dan mengklaim 'Starlight Medal' yang kami bagikan. Selanjutnya, mereka dapat menukarkan medali tersebut dengan voucer konsumsi pemerintah yang diterbitkan oleh Distrik Huangpu, yang mencakup berbagai kebutuhan seperti pakaian, makanan, hunian, dan transportasi, serta layanan makan, hiburan, dan rekreasi," ujar Hu Yu, Manajer Acara check-in tersebut.
"Faktanya, kegiatan ini juga telah mendatangkan arus pengunjung ke kawasan bisnis di sekitarnya. Sebagai contoh, rata-rata jumlah pengunjung di Hong Kong Plaza meningkat sebesar 12 persen dalam dua hari terakhir," kata Shen Shuai, Direktur Departemen Administrasi Penghijauan dan Penataan Wajah Kota Distrik Huangpu.