Moskow, Radio Bharata Online - Hubungan antara Rusia dan Tiongkok telah memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas global, kata Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada hari Kamis (14/12) di ibu kota Rusia, Moskow.

Putin pada hari itu mengadakan konferensi pers tahunan ke-18 bersamaan dengan sesi tanya jawab "Direct Line". Ia menjawab pertanyaan tentang berbagai masalah dari wartawan dan warga Rusia dan berbicara tentang hubungan internasional dengan negara-negara lain, termasuk Tiongkok.

Presiden Rusia itu mengatakan bahwa ia merasa senang melihat perkembangan hubungan Rusia-Tiongkok di berbagai bidang, dan menambahkan bahwa tingkat interaksi antara kedua negara "sangat tinggi dan belum pernah terjadi sebelumnya".

Saat ini, Rusia dan Tiongkok berusaha keras untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan oleh kedua kepala negara dengan semua pekerjaan yang berjalan secara aktif dan teratur, kata Putin, seraya menyebutkan bahwa perdagangan bilateral antara kedua negara diperkirakan akan mencapai 220 miliar hingga 230 miliar dolar AS (sekitar 3.561 triliun rupiah) pada tahun 2023.

"Tahun lalu, kami mencapai peningkatan perdagangan sebesar 31 persen, dan kami akan melihat peningkatan sebesar 30 persen tahun ini. Kami terus mengembangkan hubungan perdagangan bilateral kami di berbagai bidang," katanya.

Sementara itu, ia menekankan bahwa kerja sama Rusia-Tiongkok tidak "ditujukan kepada siapa pun" tetapi bertujuan untuk menguntungkan kedua negara.