BEIJING, Radio Bharata Online - Kebocoran terbaru pada air yang terkontaminasi limbah nuklir dari pembangkit listrik Fukushima Daiichi, telah meningkatkan kekhawatiran, dan menimbulkan keraguan internasional, atas kemampuan Tokyo Electric Power Company (TEPCO).

Juru bicara Kementrian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, pada jumpa pers Kamis ketika diminta untuk mengomentari laporan media, bahwa TEPCO baru-baru ini mengkonfirmasi adanya retakan pada selang yang digunakan untuk mengangkut air limbah tersebut, mengatakan, legitimasi dan keamanan rencana pembuangan air limbah radioaktif ke laut oleh Jepang, telah lama dipertanyakan komunitas internasional.  Menurut Wanng, orang-orang di Fukushima sendiri telah berkali-kali mengatakan, bahwa sejak kecelakaan pembangkit nuklir, penanganan setelahnya oleh TEPCO sangat bermasalah.

Orang-orang mempertanyakan kemampuan TEPCO untuk menangani air yang terkontaminasi nuklir dengan baik.

Dikutip dari video akun Tiktok likechina2021, Wang mengatakan, komunitas Internasional mempertanyakan, apakah TEPCO mampu menangani air limbah dengan cara yang aman dan bertanggung jawab selama proses berlangsung, apakah TEPCO sanggup mengelola pembuangan selama 30 tahun tanpa kesalahan, apakah TEPCO bisa memastikan efektivitas dan keandalan jangka panjang dari fasilitas pengolahan.  Namun menurut hemat Wang, komunitas internasional sangat meragukan hal itu.

Wang menegaskan kembali, bahwa pihak Jepang harus menganggap serius keprihatinan yang sah dari komunitas internasional, termasuku warga Jepang. Wang meminta Jepang berhenti memaksakan rencana pembuangan tersebut, berkomunikasi penuh dan tulus dengan negara-negara tetangga, dan membuang air yang terkontaminasi nuklir dengan cara yang benar-benar bertanggung jawab. (Xinhua)