Beijing, Bharata Online - Tiongkok berpendapat bahwa semua pihak harus menjalin kerja sama berdasarkan prinsip keadilan, transparansi, dan non-diskriminasi. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, dalam sebuah konferensi pers rutin di Beijing pada hari Selasa (3/11).

Ini merupakan tanggapan atas laporan dari Financial Times yang menyebutkan bahwa NVIDIA telah menginstruksikan klien pusat datanya untuk menjual sebagian besar layanan mereka kepada perusahaan non-Tiongkok.

Menurut laporan tersebut, NVIDIA telah meminta beberapa mitra pusat datanya untuk menjual setidaknya 51 persen layanan mereka kepada perusahaan non-Tiongkok. Langkah ini berpotensi membatasi akses perusahaan-perusahaan Tiongkok terhadap teknologi penting yang digunakan dalam kecerdasan buatan (AI).

"Saya tidak mengetahui perincian spesifiknya. Kami berpandangan bahwa semua pihak harus melakukan kerja sama yang berlandaskan pada prinsip keadilan, transparansi, dan non-diskriminasi," ujar Mao.