Washington D.C., Bharata Online - Sebuah dialog global mengenai tata kelola Tiongkok dan pembangunan dunia diselenggarakan di Washington, D.C. pada hari Senin (2/11). Acara ini menghadirkan hampir 100 tamu, termasuk para pakar dari lembaga pemikir (think tank) Amerika Serikat serta perwakilan generasi muda, untuk mendiskusikan pengalaman tata kelola Tiongkok dan kontribusinya bagi dunia.

Acara tersebut diselenggarakan bersama oleh China Media Group (CMG) dan Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat.

Menurut para peserta, untuk memahami Tiongkok saat ini, seseorang perlu memahami Partai Komunis Tiongkok (PKT). Sidang pleno kelima Komite Sentral PKT ke-20 yang baru saja berakhir, dan menarik perhatian dunia, telah meninjau pencapaian serta pengalaman Partai dalam melakukan tata kelola mandiri yang menyeluruh dan ketat di era baru. Sidang tersebut juga menyusun rencana sistematis untuk melanjutkan upaya-upaya ini, yang dipastikan akan memberikan dampak mendalam bagi pembangunan Tiongkok di masa depan.

Mereka mencatat bahwa di tengah percepatan perubahan yang terjadi sekali dalam satu abad, dengan umat manusia kembali berada di persimpangan jalan, semakin banyak negara dan partai politik yang mengambil inspirasi dari tata kelola Tiongkok serta mencari jalur pembangunan yang sesuai dengan kondisi nasional mereka masing-masing.

"Sebagai pemimpin global, Tiongkok menjadi contoh bagi banyak negara lain. Saat mempelajari berbagai kemajuan yang dicapai Tiongkok, saya melihat bahwa banyak penelitian dan teknologi yang mereka bagikan ternyata jauh lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan," ujar Stephanie, Mahasiswa di American University.

Beberapa peserta menyatakan bahwa ekonomi Tiongkok yang tangguh dan dinamis merupakan mesin penggerak terpenting bagi ekonomi dan stabilitas dunia, serta akan terus memberikan kontribusi positif terhadap tata kelola global.

Mereka juga berharap agar pertukaran antarwarga antara Tiongkok dan Amerika Serikat dapat melampaui perbedaan budaya maupun kelembagaan. Dengan demikian, melalui pemahaman bersama, dialog, dan kerja sama, kedua negara dapat bersama-sama mengatasi tantangan global serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia.

Dalam sesi dialog tersebut, para pemimpin media dan perwakilan generasi muda dari Amerika Serikat berbagi pengalaman mereka selama berada di Tiongkok, mendiskusikan pencapaian Tiongkok dalam modernisasi, serta menganalisis momentum kuat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara tersebut.

Mereka mencatat bahwa pencapaian signifikan Tiongkok di bidang-bidang seperti transisi energi hijau memberikan inspirasi dan referensi bagi pembangunan berkelanjutan global. Para perwakilan generasi muda dari Tiongkok dan Amerika Serikat menyatakan harapan mereka untuk memperkuat pertukaran di bidang sains, teknologi, dan inovasi, serta berkontribusi terhadap kerja sama antara kedua negara.

Pada bulan November 2023, Tiongkok meluncurkan inisiatif untuk mengundang 50.000 pemuda Amerika Serikat agar datang ke Tiongkok guna mengikuti program pertukaran dan studi selama lima tahun. Target tersebut tercapai dua setengah tahun lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat pada bulan September 2026, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menyampaikan bahwa 100.000 pemuda Amerika Serikat akan diundang untuk berkunjung ke Tiongkok guna mengikuti program pertukaran dan studi selama lima tahun ke depan.

"Mengenai inisiatif untuk mendatangkan 100.000 pelajar dalam lima tahun ke depan, beliau telah mencapai target pertamanya—yang seharusnya memakan waktu lima tahun, hanya dalam dua setengah tahun. Kini, beliau menetapkan target baru. Itulah yang diinginkan oleh generasi muda," ujar Ronald Sakolsky, Pensiunan Guru Asal Amerika Serikat.