Puerto Cabello, Bharata Online - Pengiriman bantuan kedua dari Tiongkok tiba di Venezuela pada hari Sabtu (31/10), yang mencakup 5.000 ton material penting dan bantuan kemanusiaan untuk mempercepat upaya rekonstruksi di negara bagian La Guaira pascagempa bumi tanggal 24 Juni 2026.
Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyampaikan terima kasih kepada Tiongkok atas pengiriman bantuan untuk pemulihan negara tersebut.
Kiriman ini mencakup 87 unit alat berat untuk pembersihan puing-puing, derek, dan 1.800 rumah prefabrikasi, serta 1.800 kipas angin, 5.400 tempat tidur tingkat, mainan anak-anak, bola basket, dan bola sepak. Bantuan tersebut dibongkar di Puerto Cabello, pelabuhan utama negara itu yang terletak di negara bagian Carabobo, Venezuela Barat Laut.
"Ini merupakan wujud solidaritas lainnya dari rakyat dan pemerintah Tiongkok, yang hadir bersama kami dengan membawa lebih dari 5.000 ton material strategis untuk membantu kami menangani situasi darurat ini. Saya ingin menyoroti 87 unit mesin yang telah tiba di negara ini, yang dibongkar dalam waktu sangat singkat, yang akan memungkinkan kami untuk melaksanakan rencana pembersihan yang layak dan aman. Bagi kami, ini berarti membuka delapan lokasi kerja secara bersamaan sebagai bagian dari rencana pembersihan puing-puing. Alat-alat berat ini akan segera digunakan untuk menyingkirkan reruntuhan dari bangunan-bangunan yang sayangnya telah runtuh," ujar Juan Jose Ramirez, Wakil Presiden Sektoral untuk Pekerjaan Umum dan Layanan Venezuela.
Ramirez mengatakan bahwa 63 persen dari perkiraan 2,1 juta ton puing telah berhasil disingkirkan dari negara bagian La Guaira, wilayah yang paling parah terdampak gempa bumi. Alat berat yang disumbangkan oleh Tiongkok ini diharapkan mampu menyingkirkan 33.000 ton puing setiap harinya, tambah Ramirez.
"Satu juta ton puing yang telah dikumpulkan saat ini sedang melalui proses penghancuran dan penggilingan untuk mengurangi volumenya. Semua baja yang diperoleh dari proses ini digunakan kembali oleh kompleks industri baja untuk pembangunan perumahan baru," kata Ramirez.
Venezuela telah menetapkan target untuk menyingkirkan seluruh puing sisa gempa bumi sebelum akhir tahun ini. Menurut laporan media dan layanan darurat, gempa bumi yang terjadi pada 24 Juni 2026 di Venezuela menewaskan sedikitnya 6.500 orang serta menyebabkan ribuan orang lainnya terluka dan kehilangan tempat tinggal.