Beijing, Bharata Online - Ketua badan legislatif tertinggi Tiongkok, Zhao Leji, mengadakan pembicaraan dengan Ketua Dewan Federasi Rusia, Valentina Matviyenko, di Beijing pada hari Senin (2/11). Dalam pertemuan tersebut, ia menyerukan komunikasi strategis yang lebih erat serta kerja sama yang lebih mendalam antara kedua negara.

Zhao, yang menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (KRN), menyatakan bahwa Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah bertemu dua kali, yakni pada bulan Mei dan Agustus tahun ini. Pertemuan tersebut memberikan panduan strategis bagi hubungan bilateral untuk memasuki tahap baru yang lebih substantif dengan percepatan pembangunan.

Dengan menjadikan konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara sebagai pedoman dasar, Zhao menegaskan bahwa Tiongkok siap bekerja sama dengan Rusia untuk memperkuat komunikasi strategis, memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, serta mendorong kemajuan yang mendalam dan kokoh dalam pengembangan kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-Rusia untuk era baru.

Seraya mencatat bahwa tahun ini menandai peringatan 30 tahun kemitraan strategis Tiongkok-Rusia serta peringatan 25 tahun Perjanjian Kerja Sama Persahabatan dan Tetangga Baik Tiongkok-Rusia, Zhao mengatakan bahwa kedua belah pihak perlu memperdalam kerja sama di bidang-bidang utama, seperti perdagangan, investasi, dan energi, sembari menjajaki penggerak pertumbuhan baru di sektor-sektor berkembang, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital.

Zhao juga menyerukan upaya bersama untuk menyukseskan "Tahun Pendidikan Tiongkok-Rusia" serta memperluas pertukaran di bidang budaya dan antargenerasi muda, guna memperkuat saling pengertian dan persahabatan di antara masyarakat kedua negara.

Zhao menekankan bahwa badan legislatif dari kedua negara harus meningkatkan pertukaran dan kerja sama, memperkuat kapasitas dalam menjalankan tugas sesuai hukum, serta saling berbagi pengalaman legislatif di bidang-bidang seperti AI dan ekonomi digital, demi memberikan landasan hukum bagi kerja sama bilateral yang konkret.

Ia juga memberikan penjelasan kepada Matviyenko mengenai sidang pleno kelima Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) ke-20.

Sementara itu, Matviyenko menyatakan bahwa hubungan bertetangga yang baik serta kerja sama antara Rusia dan Tiongkok terus mendalam di bawah panduan strategis dari kedua presiden.

Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Tiongkok atas keberhasilan penyelenggaraan sidang pleno kelima Komite Sentral PKT ke-20, seraya menegaskan kesiapan Dewan Federasi Rusia untuk mempererat hubungan dengan KRN, mendorong kerja sama praktis, serta memperluas pertukaran di bidang budaya dan pendidikan. Kedua belah pihak juga hendaknya menjunjung pandangan yang tepat mengenai sejarah serta bekerja sama untuk memajukan perdamaian dan pembangunan dunia, ujarnya.

Pada hari yang sama, Zhao dan Matviyenko mengunjungi Museum Seni Nasional Tiongkok. Di sana, mereka melihat pameran karya-karya klasik dari koleksi museum tersebut serta pameran yang menampilkan lukisan karya seniman Rusia, Nicolai Fechin.