Beijing, Bharata Online - Kunjungan kenegaraan pertama Sultan Haitham dari Oman ke Tiongkok menegaskan kepercayaan mendalam antara Tiongkok dan Oman, ungkap sejumlah wartawan Arab dalam upacara penyambutan Sultan yang digelar pada hari Senin (2/11) di Beijing.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, memimpin upacara penyambutan bagi Sultan Haitham. Didampingi oleh Xi, Sultan Haitham memeriksa pasukan kehormatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, kemudian kedua pemimpin kembali ke mimbar kehormatan untuk menyaksikan parade pasukan tersebut.

Kunjungan ini menandai kunjungan kenegaraan pertama oleh kepala negara Oman ke Tiongkok sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik 48 tahun lalu.

Dalam upacara tersebut, para wartawan dari media Arab memuji kunjungan ini sebagai bukti kepercayaan timbal balik antara Tiongkok dan negara-negara Arab.

"Oman adalah negara dengan lokasi geografis yang sangat penting di Timur Tengah, dekat dengan Selat Hormuz. Keputusan untuk berkunjung ke Tiongkok saat ini benar-benar menunjukkan bahwa negara-negara Timur Tengah sangat memercayai Tiongkok. Terlebih lagi, menurut saya, Tiongkok senantiasa menawarkan hubungan kerja sama yang dapat diandalkan dan layak bagi banyak negara di tengah dunia yang penuh ketidakpastian ini," ujar Ameen Muneer Mohammed Al-Obaidi dari China-Arab TV.

Wartawan Oman TV, Ibrahim Alazri, mengungkapkan harapannya agar cucu perempuannya kelak dapat mempelajari bahasa Mandarin dan mengunjungi Tiongkok.

"Saya seorang koresponden yang sedang meliput untuk Oman TV. Saya sempat membuat laporan mengenai pembelajaran bahasa Mandarin. Saat ini, lebih dari 20 sekolah di Oman telah mengajarkan bahasa Mandarin. Saya berharap cucu perempuan saya nantinya bisa mempelajari bahasa tersebut," katanya.

Sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan Sultan, kedua kepala negara juga menyaksikan penandatanganan 16 dokumen kerja sama di berbagai bidang, seperti rantai industri dan pasokan, pembangunan hijau, serta keuangan digital.