Beijing, Bharata Online - Tiongkok senantiasa menempatkan pertumbuhannya dalam kerangka pembangunan global sembari menjunjung tinggi prinsip saling menguntungkan, hasil yang menguntungkan semua pihak (win-win), dan pembangunan bersama. Hal ini disampaikan oleh Guo Jiakun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada hari Rabu (30/9), menanggapi pertanyaan media mengenai peluncuran Laporan Pembangunan Tiongkok 2026 (China Development Report 2026) yang dilakukan sebelumnya pada hari yang sama.
Laporan Pembangunan Tiongkok 2026, yang dirilis oleh Pusat Penelitian Pembangunan Dewan Negara (Development Research Center of the State Council), menguraikan berbagai pencapaian dalam modernisasi Tiongkok serta kontribusinya bagi dunia.
"Pembangunan berkualitas tinggi Tiongkok menghadirkan peluang pertumbuhan bagi dunia. Tiongkok memiliki 25 dari 100 klaster inovasi teratas dunia, yang membantu menjadikan produk teknologi mutakhir lebih mudah diakses dan terjangkau oleh negara-negara lain, sekaligus membangun 'tangga digital' bersama demi kemajuan seluruh negara. Kapasitas pembangkit listrik fotovoltaik Tiongkok untuk pertama kalinya telah melampaui kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara; transisi hijau yang dilakukan Tiongkok turut mendukung upaya global dalam mengatasi perubahan iklim dan meredakan krisis energi," ujar, Guo dalam konferensi pers di Beijing.
"Dalam mendorong keterbukaan tingkat tinggi, Tiongkok menyelenggarakan berbagai ajang seperti China International Supply Chain Expo, China International Fair for Trade and Services, Global Digital Trade Expo, dan China International Import Expo, yang menyediakan ruang pasar luas serta peluang investasi bagi semua negara," tuturnya.
"Tiongkok senantiasa menempatkan pembangunannya sendiri dalam kerangka pembangunan global, menjunjung tinggi prinsip saling menguntungkan, hasil yang menguntungkan semua pihak, dan pembangunan bersama, serta mendorong berbagai negara untuk melangkah bersama menuju modernisasi melalui modernisasi ala Tiongkok," pungkas Guo.