Tiongkok, Radio Bharata Online - Wakil Perdana Menteri Rusia yang bertanggung jawab atas wilayah Timur Jauh Rusia yang berbatasan dengan Tiongkok timur laut mengatakan bahwa ia berharap dapat melihat perluasan kerja sama lintas batas di wilayah tersebut.

Yury Trutnev, utusan kepresidenan untuk Distrik Federal Timur Jauh Rusia baru-baru ini berkunjung ke Tiongkok. Ia dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Zhang Guoqing, menjadi tuan rumah bersama untuk pertemuan para pemimpin Komisi Kerja Sama Antarpemerintah untuk Kerja Sama Tiongkok Timur Laut dan Timur Jauh dan Wilayah Baikal Rusia pada 15 Desember 2023 di Beijing.

Dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN), pejabat Rusia tersebut menekankan bahwa kerja sama ekonomi bilateral, terutama di sektor pariwisata, berkembang pesat di wilayah tersebut, dan pembangunan infrastruktur sedang berlangsung.

Menurut Yury, di antara proyek-proyek besar, dua jembatan lintas batas, yakni jembatan kereta api yang menghubungkan Nizhneleninskoye di Rusia dengan kota perbatasan Tongjiang di Provinsi Heilongjiang di timur laut Tiongkok, dan jembatan jalan raya yang menghubungkan Heihe di Heilongjiang dengan Blagoveshchensk di Rusia di seberang Sungai Heilongjiang (juga dikenal sebagai Sungai Amur), telah memainkan peran penting dalam mendorong perdagangan bilateral dan membuka lembaran baru dalam pengembangan hubungan bilateral.

"Kami membangun dua jembatan (lintas batas) pada tahun 2022, yaitu, Nizhneleninskoye-Tongjiang dan Blagoveshchensk-Heihe, sehingga membuka koridor kerja sama baru antara kedua negara. Untuk mengembangkan Poligon Timur [yang meliputi Jalur Utama Baikal-Amur (BAM) dan Kereta Api Trans-Siberia (Transsib)] adalah tugas baru kami, karena rel yang ada di wilayah Timur Jauh tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan transportasi," kata Trutnev.

"Kerja sama Tiongkok-Rusia telah berkembang jauh melampaui masalah ekonomi, dan ini adalah hasil dari persahabatan bilateral. Pariwisata lintas batas sedang berkembang pesat, dan jumlah turis Tiongkok yang datang ke wilayah Timur Jauh diperkirakan akan meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu, yang membutuhkan perhatian ekstra kami, karena fasilitas pariwisata baru dan klaster industri sedang dibangun di sejumlah wilayah di Timur Jauh, dan kami harus menyediakan layanan akomodasi dan makanan yang berkualitas bagi para turis. Kini, kami sedang membangun seluruh kompleks fasilitas, hotel, dan pangkalan di sekitar Danau Baikal. Kami juga sedang membangun lereng ski baru di Sakhalin yang memenuhi persyaratan yang cukup tinggi. Selain itu, sebuah klaster industri pariwisata sedang dibangun di Semenanjung Kamchatka. Saya tidak bisa menyebutkannya satu per satu. Dan saya pikir pertukaran pariwisata adalah nilai yang sangat besar bagi kedua negara," paparnya.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, saat menyampaikan pidato di Eastern Economic Forum (EEF) 2023 pada 23 September 2023 lalu, mengatakan bahwa pengembangan Timur Jauh telah menjadi titik pertumbuhan baru bagi kerja sama Rusia-Tiongkok, dan pengembangan Timur Jauh adalah prioritas mutlak bagi Rusia.