BEIJING, Radio Bharata Online - Menjelang KTT BRICS, yang dijadwalkan berlangsung di Afrika Selatan dari 22 hingga 24 Agustus, beberapa media Barat telah meningkatkan buruk sangka mereka, tentang apa yang disebut divergensi di antara negara-negara anggota, termasuk perluasan BRICS, dan menggembar-gemborkan bahwa organisasi tersebut mungkin berusaha menumpulkan dominasi Barat.

Kegundahan media Barat itu sepenuhnya memperlihatkan kekhawatiran mereka akan pengaruh BRICS yang semakin besar, serta memperjelas mentalitas Perang Dingin mereka.

Untuk itu negara-negara anggota BRICS diharapkan untuk membahas prosedur standar, untuk memasukkan lebih banyak anggota baru, dan meningkatkan penggunaan mata uang lokal di antara anggota Bank Pembangunan Baru (NDB), yang telah berhasil menarik perhatian internasional serta perhatian beberapa media Barat.

Misalnya, pada hari Kamis, Reuters melaporkan bahwa para pemimpin BRICS akan bertemu di Afrika Selatan minggu depan untuk mengubah "klub" menjadi "kekuatan geopolitik yang dapat menantang dominasi Barat dalam urusan dunia."

Beberapa media lain menggembar-gemborkan "ketidak sepakatan" antara negara-negara anggota tentang ekspansi, mengklaim bahwa beberapa anggota menolak ekspansi, atau menyimpang dari standar atau prosedur yang lain untuk menerima anggota baru.

Sebagai ketua BRICS untuk tahun ini, para pemimpin dan pejabat Afrika Selatan telah membantah semua rumor dan disinformasi mengenai KTT tersebut.  Selain itu para pengamat juga mencatat bahwa KTT yang akan datang adalah waktu yang tepat untuk menyoroti solidaritas antara negara-negara BRICS dan komunitas internasional, dan akan berfokus pada pembangunan, bukan pada ideologi.

Feng Xingke, Sekjen Forum Keuangan Dunia dan direktur Pusat untuk BRICS mengatakan kepada Global Times, KTT BRICS di Afrika Selatan akan berfokus pada perluasan organisasi, dan membahas topik utama seperti mata uang bersama. Menurut Feng, sebagai perwakilan dari negara berkembang, negara-negara BRICS telah menjadi kekuatan penting dalam pembangunan global. (Global Times)