Beijing, Radio Bharata Online - Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu, mengatakan peningkatan hubungan antara Maladewa dan Tiongkok akan memfasilitasi peningkatan kerja sama di berbagai sektor, menunjukkan potensi untuk memperluas kolaborasi yang saling menguntungkan antara kedua negara.
Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengadakan pembicaraan dengan Muizzu di Beijing pada hari Rabu (10/1). Kedua kepala negara mengumumkan peningkatan hubungan bilateral menjadi kemitraan kerja sama strategis yang komprehensif.
Muizzu menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang telah lama diberikan oleh pemerintah Tiongkok dan menyoroti persahabatan yang mengakar di antara kedua negara.
"Maladewa selalu sangat berterima kasih atas bantuan yang telah kami terima dari pemerintah Tiongkok selama bertahun-tahun. Kami memiliki perjalanan panjang dalam persahabatan antara kedua negara. Sebenarnya, berabad-abad sejak Jalur Sutra lama. Dan sejak terbentuknya hubungan diplomatik antara kedua negara pada tahun 1972, Maladewa telah mendapatkan banyak bantuan dari pemerintah Tiongkok. Dan saya ingin mengatakan bahwa sejak sepuluh tahun yang lalu ketika Presiden Xi Jinping memulai Prakarsa Sabuk dan Jalan, tingkat bantuan dan kerja sama antara kedua negara telah naik ke tingkat yang baru. Dan dalam kunjungan kali ini, kerja sama antara kedua negara telah ditingkatkan menjadi kemitraan strategis antara kedua negara, yang dikukuhkan dalam rencana aksi, rencana aksi lima tahun yang kami tandatangani kemarin (10 Januari)," kata Muizzu.
Pemimpin Maladewa tersebut menekankan bahwa hubungan yang baru saja ditingkatkan ini akan mendorong peningkatan kolaborasi di seluruh bidang ekonomi dan sosial, yang dibangun di atas gagasan yang dipegang teguh untuk saling menghormati.
"Bagi kedua negara, ini berarti bahwa kita akan menikmati tingkat kerja sama yang lebih besar di berbagai bidang, kerja sama ekonomi dan pertukaran antar masyarakat. Dan ini akan bermanfaat bagi kedua negara karena kami berdua menikmati prinsip saling menghormati, saling menghargai kedua negara. Kami memiliki prinsip untuk menghormati kedaulatan masing-masing negara terlepas dari ukuran negara, tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing. Dan itu adalah panutan bagi setiap negara untuk menjalin hubungan luar negeri. Dan itulah alasan mengapa kami sangat bersyukur atas hubungan baik yang kami miliki dengan Tiongkok. Dan rakyat Tiongkok dan rakyat Maladewa akan sangat diuntungkan dengan peningkatan ke tingkat kemitraan strategis ini. Dan itu ditunjukkan dengan banyaknya perjanjian dan nota kesepahaman yang luar biasa," ujarnya.
Ia juga mencatat spektrum luas dari bidang-bidang dalam kemitraan antara Tiongkok dan negara Asia Selatan itu dapat mengharapkan peningkatan setelah pertemuan kedua presiden.
"Dua puluh nota ditandatangani kemarin dan bervariasi dari kerja sama ekonomi hingga berbagai kerja sama kesehatan, infrastruktur, perumahan dan sebagainya. Jadi ada berbagai macam kerja sama yang telah kami tandatangani kemarin dan ini akan menguntungkan kedua negara," kata Muizzu.