Houston, Bharata Online - Eksoskeleton pintar semakin banyak digunakan di Tiongkok seiring dengan peningkatan teknologi yang memberikan manfaat besar bagi kehidupan penggunanya.
Berbekal keberhasilan di dalam negeri tersebut, sejumlah perusahaan eksoskeleton Tiongkok mulai melirik Amerika Serikat sebagai pasar utama berikutnya.
Menurut data dari Kementerian Perdagangan Tiongkok, penjualan ritel daring teknologi eksoskeleton di Tiongkok melonjak lebih dari 458 persen pada paruh pertama tahun 2026.
Perangkat eksoskeleton diproduksi untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari rehabilitasi medis hingga aplikasi industri, dengan para produsen berupaya memanfaatkan potensi pasar yang kuat tersebut.
"Perangkat ini dilengkapi motor di kedua sisi yang pada dasarnya memberikan bantuan pada sendi pinggul. Terdapat pula papan sirkuit dan sensor yang memungkinkan perangkat mendeteksi kondisi tubuh manusia serta jangkauan gerakannya," ujar Liang Linchao, Pendiri sekaligus CEO TransitX Intelligent Technology Co., Ltd, sebuah perusahaan eksoskeleton pintar yang berbasis di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur.
Amerika Serikat sendiri sudah menjadi rumah bagi beberapa pemain mapan dalam industri eksoskeleton. Namun, Michael Pang, CFO PangTong Wellhead USA, sebuah perusahaan pemasok produk kustom di AS, tetap ingin memperkenalkan produk Liang ke pasar Amerika. Ia meyakini adanya peluang pasar bagi eksoskeleton yang lebih terjangkau dan ringan, yang dirancang khusus untuk konsumen umum.
"Produk ini bisa sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Semakin industri ini berkembang, semakin besar pula peluang yang muncul. Selain itu, mungkin ada potensi penghematan biaya lebih lanjut yang bisa ditemukan, mengingat saat ini harga produk tersebut masih tergolong cukup mahal," kata Pang.
Sejauh ini, sebagian besar penjualan perusahaan Liang di AS dilakukan melalui platform e-commerce internasional. Namun, sejumlah kecil unit juga telah sampai ke tangan pengguna Amerika melalui distributor lokal untuk keperluan uji coba.
"Berdasarkan pengalaman pribadi, saya menggunakannya saat berjalan di dalam gudang, sedikit di luar ruangan, serta saat naik dan turun tangga. Saat memakainya, saya merasa lebih mudah untuk berjalan. Saya sampai berpikir, 'Wah, saya tidak menyangka ternyata saya butuh bantuan untuk berjalan'," ujar Xandria Spencer, seorang pengguna asal Amerika yang menggunakan eksoskeleton buatan Tiongkok tersebut.