KUNMING, Radio Bharata Online - Forum Kawasan Tiongkok-Samudra Hindia (China-Indian Ocean forum) ketiga, tentang Kerja Sama Pembangunan Ekonomi Biru, diadakan dari Minggu hingga Selasa, dengan peluncuran sistem manajemen informasi kumpulan proyek pembangunan global, dan peresmian pusat kawasan Tiongkok-Samudra Hindia, untuk kerja sama dan pelatihan maritim.
Forum ini mengusung tema "Masa Depan Pembangunan Samudra Hindia Biru, Praktik-praktik di Dunia Selatan". Forum diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Pembangunan Internasional Tiongkok, pemerintah Yunnan, Kementerian Perikanan dan Sumber Daya Kelautan Maladewa, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Percantikan Nasional, Ekonomi Hijau dan Biru Barbados.
Delegasi dari lebih dari 20 pemerintah serta perwakilan organisasi internasional, pemerintah daerah, perusahaan, dan lembaga pemikir, turut menghadiri forum tersebut.
Perjanjian tentang proyek pembangunan untuk peringatan dini, dan respons terhadap bencana yang disebabkan oleh iklim di Pakistan dan Maladewa, juga ditandatangani pada hari Senin.
Tiongkok telah menetapkan mekanisme kerja sama yang dinormalisasi dengan 17 negara di kawasan Samudra Hindia, dan kerja sama sedang dilakukan di berbagai bidang, termasuk penginderaan jarak jauh, pemantauan dan penelitian maritim, keanekaragaman hayati, dan mitigasi bencana.
Luo Zhaohui, kepala Badan Kerjasama Pembangunan Internasional Tiongkok, dalam pidatonya mengatakan, bahwa forum ini bertujuan untuk menyampaikan tiga pesan utama: yakni "Biru," "Aksi," dan "Persatuan."
Menurut Lou, ekonomi biru telah menjadi prioritas utama dalam dokumen kebijakan penting, seperti Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2030, Dekade Kelautan, Inisiatif Pembangunan Global, dan Agenda Uni Afrika 2063. (Global Times)