Johannesburg, Radio Bharata Online - Johannesburg China Town, pecinan pertama yang terdaftar secara resmi di benua Afrika, menjembatani pertukaran budaya antara Afrika Selatan dan Tiongkok dengan beragam pilihan makanan otentik Tiongkok.
Didirikan secara resmi pada tahun 2005, Johannesburg China Town merupakan pecinan termuda di dunia dan hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Konvensi Sandton, tempat penyelenggaraan KTT BRICS ke-15. Pengunjung dapat menemukan berbagai jenis masakan Tiongkok dan jajanan populer dengan reputasi yang sama di antara komunitas Tiongkok setempat untuk mencicipi masakan 'sama enaknya dengan di rumah', sebuah tanda untuk memperdalam hubungan budaya di antara negara-negara BRICS.
Mulai dari kebab dan pangsit ala Tiongkok hingga masakan Sichuan yang pedas dan bubble tea yang manis, restoran-restoran Tiongkok telah membangun pelanggan setia di antara penduduk setempat.
"Masakan Kanton memiliki cita rasa yang relatif ringan yang sangat disukai pelanggan kami. Hidangan khas kami adalah nasi claypot dan Cheng Fun (bihun gulung), yang merupakan hidangan terlaris," ujar seorang pemilik restoran Kanton.
"Kami datang ke sini lima kali seminggu. Daging sapinya sangat enak, sangat enak. Ya, rasanya sangat enak," ujar seorang pengunjung lokal.
Banyak staf dapur di restoran ini juga berasal dari daerah setempat, dengan koki-koki Tiongkok yang berbagi keahlian mereka dan koki muda Afrika Selatan yang membuat makanan Tiongkok yang sama enaknya.