Beijing, Bharata Online - Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Senin (28/9) menyatakan bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat telah menyelenggarakan putaran kedelapan konsultasi ekonomi dan perdagangan di New York dan Washington, D.C., Amerika Serikat, pada tanggal 20 hingga 23 September 2026, serta mencapai konsensus positif yang berkontribusi pada hasil ekonomi dan perdagangan dari pertemuan kedua kepala negara.

Kedua belah pihak sepakat untuk membentuk Dewan Perdagangan di bawah mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS, dengan tujuan utama mengoptimalkan perdagangan bilateral. Menurut kementerian tersebut, dewan ini akan menyediakan platform penting dan jaminan kelembagaan bagi kedua negara untuk terus memperluas cakupan kerja sama serta mengurangi daftar permasalahan dalam urusan ekonomi dan perdagangan.

Dalam rangka melaksanakan konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara, kedua belah pihak sepakat untuk menurunkan tarif atas barang-barang impor satu sama lain yang bernilai sekitar 30 miliar dolar AS (sekitar 539 triliun rupiah) secara timbal balik, dengan tarif untuk sekitar 90 persen dari produk-produk yang tercakup akan diturunkan ke tingkat tarif most-favored-nation (MFN). Menurut kementerian tersebut, penurunan tarif ini akan dilaksanakan secara serentak setelah masing-masing pihak menyelesaikan prosedur hukum domestik mereka.

Kementerian tersebut mengungkapkan bahwa tim ekonomi dan perdagangan kedua belah pihak sepakat untuk memasukkan impor batu bara Tiongkok dari Amerika Serikat ke dalam kerangka penurunan tarif timbal balik, yang diharapkan dapat memfasilitasi impor batu bara Tiongkok dari Amerika Serikat pada tahun 2027 dan 2028.

Kementerian itu menjelaskan bahwa impor batu bara AS akan melengkapi pasar batu bara domestik Tiongkok sekaligus memberikan pendapatan dan lapangan kerja yang stabil bagi industri batu bara AS, sehingga membantu menstabilkan dan memperluas perdagangan bilateral.

Tiongkok dan Amerika Serikat juga sepakat untuk membentuk Dewan Investasi di bawah mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS. Menurut kementerian tersebut, dewan ini akan menyediakan platform komunikasi yang terlembagakan bagi kedua belah pihak, dengan tim ekonomi dan perdagangan kedua negara akan melakukan dialog rutin mengenai potensi peluang investasi serta hambatan yang ada.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk membentuk kelompok kerja pertanian di bawah Dewan Perdagangan, yang akan dipimpin bersama oleh Kementerian Perdagangan Tiongkok dan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat, dengan partisipasi dari badan-badan pengawas terkait di kedua negara, demikian disampaikan kementerian tersebut.

Kelompok kerja ini akan membahas berbagai isu, termasuk akses pasar dua arah dan masalah regulasi untuk produk pertanian. Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan pertemuan pertama kelompok kerja tersebut sebelum akhir tahun 2026, ujar kementerian itu.

Kedua belah pihak mencapai konsensus prinsipil mengenai jasa keuangan. Tiongkok akan meninjau dan menyetujui permohonan dari lembaga jasa keuangan dari berbagai negara, termasuk yang bermodal AS, untuk menjalankan bisnis dan mendirikan kantor cabang di Tiongkok.

Tiongkok berharap Amerika Serikat juga akan menyediakan lingkungan kebijakan yang adil, transparan, dan stabil bagi lembaga keuangan Tiongkok, kata kementerian tersebut.

Sebagai negosiator utama kedua belah pihak dalam mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS, Wakil Perdana Menteri He Lifeng dan Menteri Keuangan Scott Bessent membentuk dialog mengenai kecerdasan buatan (AI) dan mengadakan diskusi pertama mereka tentang risiko serta manfaat terkait AI. Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan dialog berikutnya sebelum akhir November tahun ini dan membentuk saluran komunikasi untuk insiden terkait AI.

Berdasarkan perpanjangan pengaturan bersama konsultasi ekonomi dan perdagangan di Kuala Lumpur hingga 10 Januari 2027, Tiongkok dan Amerika Serikat sepakat untuk terus membahas masalah ini secara aktif, dengan tujuan mencapai solusi yang disepakati bersama.

Pengaturan semacam itu, di satu sisi, memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk meninjau dan mengevaluasi pelaksanaan pengaturan bersama serta mempertimbangkan langkah selanjutnya bagi hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS. Di sisi lain, dengan menggabungkan perpanjangan berbatas waktu dan diskusi aktif yang berkelanjutan, hal ini menciptakan lingkungan kebijakan yang relatif stabil dan dapat diprediksi bagi kerja sama antara pelaku bisnis kedua negara, menurut kementerian tersebut.

Diperkirakan bahwa kedua belah pihak akan melanjutkan upaya mereka dan mencari solusi positif terkait perpanjangan lebih lanjut melalui interaksi ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi sebelum akhir tahun, catat kementerian tersebut. Kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai peningkatan penerbangan penumpang langsung antara kedua negara, serta sepakat untuk terus berkomunikasi terkait penambahan penerbangan Tiongkok-AS dan hal-hal terkait lainnya.

Sejak tahun lalu, Tiongkok dan Amerika Serikat telah mengadakan delapan putaran konsultasi ekonomi dan perdagangan. Dalam konsultasi terbaru, kedua belah pihak menegaskan kembali dan memperbarui komitmen mereka untuk sepenuhnya melaksanakan konsensus yang dicapai dalam putaran perundingan ekonomi dan perdagangan sebelumnya. Langkah ini akan membantu menciptakan kondisi yang kondusif dan lingkungan yang stabil bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi global, demikian disampaikan pihak kementerian.