Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok telah memperingatkan kemungkinan adanya masalah kemanusiaan sejak awal ketika AS mengumumkan penyediaan bom klaster untuk Ukraina, kata Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada konferensi pers hari Senin (24/7) di Beijing.
Seorang jurnalis RIA Novosti dari Rusia tewas dan tiga orang lainnya terluka, akibat serangan artileri oleh angkatan bersenjata Ukraina yang menggunakan bom klaster di wilayah Zaporizhzhia, kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (22/7) lalu.
Mengomentari serangan tersebut, Mao menyebut pasokan amunisi klaster AS ke Ukraina sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan mendesak semua pihak yang terlibat untuk mematuhi hukum kemanusiaan internasional.
"Tepat setelah AS mengumumkan pasokan amunisi klaster ke Ukraina, kami menegaskan bahwa penyediaan amunisi curah yang tidak bertanggung jawab sangat mungkin menyebabkan masalah kemanusiaan. Kami mendesak semua pihak yang terkait untuk mematuhi hukum kemanusiaan internasional dan melindungi keselamatan warga sipil, termasuk para jurnalis," ujarnya.
"Tiongkok selalu percaya bahwa dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar dari krisis Ukraina. Kami berharap semua pihak akan berkomitmen pada penyelesaian politik atas krisis ini dan bekerja sama untuk meredakan situasi," tambahnya.