TEL AVIV, Radio bharata Online - Sebuah jalur kereta ringan pertama di kota pesisir Israel, Tel Aviv, yang dibangun melalui kemitraan dengan perusahaan Tiongkok  akan dibuka untuk umum pada 18 Agustus, hal itu diumumkan oleh Kementerian Transportasi dan Keselamatan Jalan Israel pada Jumat(4/8). Pengumuman itu muncul setelah persetujuan akhir mengenai keselamatan dan pengoperasian kereta diterima dari dua perusahaan penguji Jerman. 

Rel ringan Tel Aviv yang baru, bernama Red Line, akan menggunakan kereta listrik yang dikembangkan dan diproduksi oleh CRRC Changchun Railway Vehicles Co., Ltd., sebuah perusahaan Tiongkok yang memenangkan tawaran pemerintah Israel untuk memasok gerbong tersebut. Kereta api tersebut diproyeksikan masing-masing mengangkut maksimal 500 penumpang.
 

The interior of a train during an official test of Tel Aviv light rail Red Line project in Tel Aviv, Israel, October 20, 2021. /Xinhua

Interior kereta rel ringan Tel Aviv di Tel Aviv, Israel, 20 Oktober 2021. / Xinhua

Jalur rel sepanjang 24 km, dengan 11 km melewati terowongan, akan melintasi lima kota di Wilayah Metropolitan Tel Aviv yang padat penduduk.

Di sepanjang rute terdapat 34 stasiun, 24 di antaranya berada di atas tanah. Jalur ini diharapkan dapat melayani sekitar 234.000 penumpang setiap hari, dengan frekuensi enam menit, menurut perusahaan milik negara Metropolitan Mass Transit System.

Pembangunan stasiun, terowongan, dan rel di Jalur Merah, serta sistem kelistrikan dan komunikasi, dilakukan oleh Perusahaan Konstruksi Teknik Sipil Tiongkok dan China CRTG-EEB, yang bekerjasama dengan perusahaan Israel Solel Boneh dan Danya Cebus.

Dua jalur lagi diharapkan akan dibuka dalam proyek kereta ringan Tel Aviv, yang pada akhirnya akan mencakup 14 kota dan memiliki 139 stasiun dengan total panjang 90 km. (CGTN)