Beijing, Bharata Online - Presiden Slowakia, Peter Pellegrini, berkomitmen menjalin kerja sama luas dengan Tiongkok dalam sebuah wawancara dengan China Media Group (CMG) pada hari Rabu (29/7), seraya mengumumkan rencana investasi industri berskala besar dan perluasan pertukaran pelajar usai pembicaraan dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Selama kunjungan kenegaraannya dari hari Senin (27/7) hingga Rabu (29/7), Pellegrini bertemu dengan Xi di Beijing dan menyebut pembicaraan mereka "menginspirasi dan berorientasi ke masa depan". Ia menyoroti rasa saling percaya dan pertukaran langsung sebagai landasan hubungan yang langgeng, serta memuji fokus Tiongkok pada kerja sama yang bersifat praktis.

"Saya bisa merasakan suasananya selama pertemuan itu. Bapak Presiden sangat terbuka, sangat ramah, dan benar-benar membahas banyak hal dengan cara yang sangat menarik. Saya sangat berterima kasih karena beliau menyebutkan beberapa bidang yang perlu kita fokuskan di masa depan; pertama-tama tentu saja membangun kepercayaan dan hubungan antarwarga, karena untuk menjalin hubungan yang baik, kita perlu memiliki rasa saling percaya. Kemudian yang kedua, tentu saja, meningkatkan kerja sama dalam perdagangan dan inovasi, pendidikan, teknologi baru, transportasi, logistik, dan hal-hal semacam itu. Kini kita bisa mengatakan bahwa hubungan kita benar-benar berada pada tingkat tertinggi saat ini," ujar sang presiden.

Dalam upaya mewujudkan niat baik diplomatik menjadi hasil ekonomi yang nyata, Pellegrini mengonfirmasi bahwa perusahaan raksasa Tiongkok, Gotion High-Tech dan Geely/Volvo, akan mendirikan operasi berskala besar di Slowakia. Ia berjanji untuk menciptakan iklim bisnis yang ramah terhadap modal asing serta menjamin dukungan pemerintah guna menarik lebih banyak investasi.

"Kami sangat senang dapat mengundang dua perusahaan besar dan penting ke Slowakia, sementara proyek, perusahaan, atau investasi lainnya juga sedang dalam tahap persiapan. Saya menjamin bahwa pemerintah Slovakia akan bersikap sangat konstruktif dan kooperatif untuk menciptakan kondisi yang menarik pihak lain agar turut datang dan berinvestasi di Slovakia," katanya.

Selain sektor industri, Pellegrini juga menempatkan pendidikan dan hubungan antargenerasi muda sebagai pilar kemitraan ini. Ia mendorong peningkatan pertukaran pelajar dan program kerja sama antaruniversitas guna memperkuat landasan kerja sama jangka panjang.

"Namun, langkah konkret lain yang ingin saya sampaikan adalah bahwa tak lama setelah kunjungan saya, Menteri Pendidikan akan datang bersama perwakilan universitas-universitas Slowakia. Saya meyakini—dan hal ini juga telah disampaikan oleh Bapak Presiden—bahwa kita harus memulainya dari generasi muda. Artinya, menurut saya, pertukaran mahasiswa serta program bersama antara universitas kita—baik dari pihak Tiongkok maupun Slowakia—akan meningkatkan jumlah mahasiswa yang datang untuk menempuh studi di universitas-universitas Tiongkok maupun jumlah mahasiswa Tiongkok yang datang ke Slowakia. Sebab, bahkan di era teknologi baru ini, saya tetap percaya bahwa pendidikan—terutama pendidikan yang berkualitas—merupakan jawaban bagi era baru ini," jelas Presiden Slowakia.